Share

Emas Berkilau Usai Lonjakan Inflasi AS Mereda

Antara, Jurnalis · Kamis 11 Agustus 2022 07:47 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 11 320 2645744 emas-berkilau-usai-lonjakan-inflasi-as-mereda-DAgPnoRJ2T.jpg Harga Emas Hari Ini Naik. (Foto: Okezone.com/Freepik)

CHICAGO - Harga emas menguat tipis di akhir perdagangan Rabu. Harga emas memperpanjang keuntungan di atas level psikologis USD1.800 dalam tiga hari berturut-turut.

Harga emas naik ditopang dolar AS yang lebih lemah setelah data menunjukkan bahwa inflasi Amerika Serikat melambat.

Baca Juga: Turun Rp2.000, Harga Emas Antam Dibanderol Rp987. 600

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Desember di divisi Comex New York Exchange, terkerek USD1,40 atau 0,08% menjadi USd1.813,70 per ounce, setelah menyentuh level tertinggi sesi pada USD1.824,60 per ounce.

Adapun indeks dolar yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya yang dipimpin oleh euro, mencapai level terendah satu bulan di 104,51.

Dolar jatuh setelah Departemen Tenaga Kerja AS menyampaikan bahwa indeks harga konsumen (IHK) AS melambat ke tingkat tahunan 8,5% pada Juli dari 9,1% pada Juni.

Baca Juga: Naik Rp15.000, Emas Antam Hampir Rp1 Juta per Gram

Para Analis Pasar menilai meskipun penurunan tajam harga bensin membantu memperlambat IHK, tekanan inflasi tetap kuat, terutama di sektor jasa inti.

"Ini adalah laporan inflasi yang disambut baik karena setiap metrik berada di bawah perkiraan konsensus," kata Analis OANDA, Ed Moya, dikutip dari Antara, Kamis (11/8/2022).

Menurutnya, data IHK yang lebih dingin dari perkiraan mendorong emas karena para pedagang mulai memposisikan portofolio mereka untuk poros Fed pada September.

"Ini bukan kesimpulan yang pasti bahwa Fed akan jauh lebih tidak agresif dengan menaikkan suku bunga, tetapi pedagang saham mungkin tetap sedikit agresif di sini," tambah Moya.

Sementara itu, logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman September naik 26 sen atau 1,27% menjadi USD20,742 per ounce. Platinum untuk pengiriman Oktober naik USD13,1 atau 1,4% menjadi USD946,10 per ounce.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini