Share

2.065 Izin Usaha Pertambangan Dicabut, Menteri Bahlil Beri Ruang untuk Sampaikan Keberatan

Iqbal Dwi Purnama, Okezone · Jum'at 12 Agustus 2022 15:32 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 12 320 2646739 2-065-izin-usaha-pertambangan-dicabut-menteri-bahlil-beri-ruang-untuk-sampaikan-keberatan-rdEvHcymzJ.png Menteri Bahlil Soal Izin Usaha Pertambangan Dicabut. (Foto: Okezone.com/MPI)

JAKARTA - Menteri Invetasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia mempersilahkan pengusaha tambang yang izin usaha pertambangan (IUP) dicabut untuk menyampaikan keberatan. Dirinya pun siap memverifikasi ulang IUP tersebut.

Bahlil menjelaskan pencabutan dilakukan setidaknya pada 2.078 IUP sedangkan yang sudah tercabut adalah 2.065 izin atau 98,4% setara dengan total area yang dicabut 3,17 juta hektare, akumulasi dari 2065 izin.

"Banyak pengusaha sudah nanya, kapan pemilihan itu dilakukan, dari total 2078 IUP yang kami cabut, kami memberikan satu ruang untuk teman-teman pengusaha yang izinya dicabut melayangkan keberatan," tutur Bahlil, Jumat (12/8/2022).

Baca Juga: Marak Penambangan Emas Tanpa Izin, Menteri ESDM: Harus Ditindak Hukum

Lebih lanjut, dirinya mengungkapkan setidaknya saat ini sebanyak 700 IUP sudah masuk dalam verifikasi tahap pertama, adapun yang bakal dipulihkan pertama adalah sebanyak 80 izin.

Menurutnya, izin-izin yang dicabut dan melayangkan keberatan nantinya bakal mulai dipulihkan kembali mulai pada hari Senin, namun demikian saat ini masih banyak yang masih dalam tahap verifikasi.

Baca Juga: KPK Selisik Proses Pengurusan Izin Tambang di Kalsel Lewat 2 Saksi

"Hari ini akan kami mulai lakukan pemulihan bertahap, sampai dengan akhir Agustus insyaallah akan selesai, dari 75 sampai 80 izin akan kami pilihkan star hari Senin," kata Bahlil.

Izin tersebut adalah batu-bara 306 IUP atau sekitar 909 ribu hektare, kemudian Timah 307 IUP atau 445 ribu hektare lahan, kemudian nikel 106 IUP atau setara 182 ribu hektare, Emas 71 IUP atau sekitar 544 ribu hektare, bauksit 54 IUP atau 56 ribu hektare, tembaga sebanyak 18 IUP atau 70,6 ribu hektare, sementara mineral lainnya 1203 IUP atau 599 ribu hektare

Sebagaimana diketahui, pada 8 April lalu, lima anak perusahaan PT Bayan Resources Tbk (BYAN) yakni PT Bara Sejati, PT Cahaya Alam, PT Dermaga Energi, PT Orkida Makmur, dan PT Sumber Api, secara resmi telah menggugat Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) di Pengadilan Tata Usaha Negara Jakarta

"Saya berjanji dari awal, pemerintah tidak akan mungkin zolim, kalau dalam pencabutan ini, dalam verifikasi dan ditemukan kalau izin itu berjalan dan ke khilafan dari pemerintah, pemerintah akan melakukan perbaikan," pungkas Bahlil.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini