Share

Kuota Pertalite Menipis Jadi Peringatan Subsidi BBM Bakal Lebih Besar dari Rp502 Triliun, Ini 5 Faktanya

Shelma Rachmahyanti, MNC Media · Minggu 14 Agustus 2022 06:48 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 13 320 2647083 kuota-pertalite-menipis-jadi-peringatan-subsidi-bbm-bakal-lebih-besar-dari-rp502-triliun-ini-5-faktanya-sa10sSoJ71.jpg Kuota Pertalite Kian Menipis. (Foto: Okezone.com/Pertamina)

JAKARTA – Kuota penyaluran BBM subsidi jenis Pertalite kian menipis. Belum sampai akhir tahun, kuota BBM subsidi tahun ini akan segera habis.

Berikut fakta kuota Pertalite menipis yang dirangkum di Jakarta, Minggu (14/8/2022).

1. Kuota Tersisa 6,2 Juta Kl

Pertamina mencatat penyaluran BBM jenis Pertalite hingga Juli 2022 mencapai 16,8 juta kiloliter (kl).

Dengan itu, kuota BBM bersubsidi hanya tersisa 6,2 juta kl dari kuota yang ditetapkan sebesar 23 juta kl pada tahun ini.

Baca Juga: Subdisi Energi Membengkak, Motor Jenis Ini Dilarang Beli Bensin Pertalite

Kementerian ESDM pun mengestimasikan volume penyaluran bisa mencapai 28 juta kl pada tahun ini.

2. Kata Menkeu

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati pun mengharapkan bahwa PT Pertamina (Persero) mampu mengendalikan volume penyaluran Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi agar postur Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tetap terjaga.

"Tentu saya berharap Pertamina untuk betul-betul mengendalikan volumenya, jadi supaya APBN tidak terpukul," katanya.

Baca Juga: Bahlil Ingatkan Masyarakat Siap-Siap Jika BBM Naik, Ini Kata Sri Mulyani

Dia mengatakan, peningkatan volume penyaluran BBM dapat menyebabkan alokasi subsidi dan kompensasi energi melebihi dari pagu anggaran APBN yang sebesar Rp502 triliun pada tahun ini.

"Meskipun APBN-nya bagus, surplus sampai Juli, tapi tagihannya nanti kalau volumenya tidak terkendali akan semakin besar di semester dua," kata mantan petinggi World Bank.

3. Masyarakat Diminta Berhemat

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) meminta kepada masyarakat agar lebih bijak dalam menggunakan Bahan Bakar Minyak (BBM) khususnya untuk jenis BBM Pertalite. Disebabkan kuota BBM Pertalite hingga akhir tahun tersisa 6,7 juta kilo liter (KL).

Menteri ESDM, Arifin Tasrif menyebut bahwa akan selalu memenuhi kebutuhan BBM untuk masyarakat. Meskipun di tengah kenaikan harga minyak internasional yang saat ini masih cukup tinggi.

"Minyak harganya tinggi terus gak turun-turun jadi memang harus ada upaya upaya untuk efisiensi, masyarakat kita minta untuk supaya juga bisa hemat BBM," kata Arifin saat ditemui di Gedung Kementerian ESDM, Kamis (11/8/2022).

4. Kuota Pertalite Bakal Ditambah 5 Juta KL

Komisi VII dan Kementerian ESDM pun sepakat untuk menambah alokasi kuota BBM jenis Pertalite sebesar 5 juta KL untuk tahun ini. Dengan begitu, maka kuota BBM Subsidi untuk masyarakat kurang mampu tersebut akan bertambah menjadi 28 juta KL.

Namun, Menteri ESDM Arifin Tasrif belum dapat memastikan terkait kepastian penambahan kuota tersebut. Tapi yang pasti jelas pihaknya akan terus menjaga agar kebutuhan masyarakat akan BBM terpenuhi.

"Angka awalnya kan 23 juta KL lalu kita perkirakan tadinya 10% jadi 25 koma berapa. Tapi kalau misalnya ada migrasi orang memakai Pertalite dari Pertamax gitu kan ini jadi mengakibatkan adanya ketidakseimbangan nah itu yang kita imbau untuk supaya masyarakat (bijak menggunakan BBM)," kata Arifin saat ditemui di Gedung Kementerian ESDM, Kamis (11/8/2022).

5. Subsidi BBM Rp502 Triliun Bakal Lebih Besar

Subsidi BBM diprediksi bakal melebihi Rp502 triliun. Hal tersebut karena kuota penyaluran BBM subsidi sebanyak 23 juta kiloliter (Kl) tidak cukup sampai akhir tahun.

Kuota BBM subsidi jenis Pertalite tahun ini ditetapkan sebesar 23 juta kl. Pertamina mencatat penyaluran Pertalite hingga Juli 2022 mencapai 16,8 juta kiloliter (kl). Dengan demikian kuota BBM bersubsidi hanya tersisa 6,2 juta kl dari

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan, peningkatan volume penyaluran BBM dapat menyebabkan alokasi subsidi dan kompensasi energi melebihi dari pagu anggaran APBN yang sebesar Rp502 triliun pada tahun ini.

"Meskipun APBN-nya bagus, surplus sampai Juli, tapi tagihannya nanti kalau volumenya tidak terkendali akan semakin besar di semester dua," kata mantan petinggi World Bank, Kamis (11/8/2022).

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini