Share

Golden Eagle Energy (SMMT) Raup Laba Rp189 Miliar, Meroket 328%

Dinar Fitra Maghiszha, Jurnalis · Senin 15 Agustus 2022 15:38 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 15 278 2648186 golden-eagle-energy-smmt-raup-laba-rp189-miliar-meroket-328-8C5OnNf08n.jpg Saham. (Foto: Freepik)

JAKARTA - PT Golden Eagle Energy Tbk (SMMT) mecatatkan pertumbuhan laba signifikan di semester I-2022.

Emiten pertambangan ini meraup laba Rp 189 miliar atau naik 328% dari sebelumnya sebesar Rp44,08 miliar.

Pertumbuhan juga tercatat pada penjualan perseroan yang naik sebesar 162,43% menjadi Rp474,69 miliar dari sebelumnya Rp 180,87 miliar.

 BACA JUGA:Naik Tajam, BEI Gembok Saham Golden Eagle Energy (SMMT)

Perseroan mencatatkan penjualan sebesar 10% atau lebih semester kepada tiga perusahaan yaitu PT Artha Daya Coalindo, PT Etika Realtindo, PT Tiga Daya Energi.

Adapun, penjualan kepada PT Artha Daya Coalindo tercatat sebesar Rp 102,24 miliar. Kemudian, kepada PT Etika Realtindo sebesar Rp 61,46 miliar dan PT Tiga Daya Energi sebesar Rp 48,92 miliar.

Sementara itu, nilai penjualan yang kurang dari 10% tercatat sebesar Rp 262,06 miliar, setelah sebelumnya tercatat sebesar Rp 83,13 miliar di periode yang sama tahun lalu.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut Bersama Lifebuoy dan MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Dari sisi pengeluaran, beban pokok penjualan SMMT membengkak 108,17% dari sebelumnya Rp139,75 miliar menjadi Rp 290,93 miliar. Kemudian, beban umum dan administrasi perseroan juga naik menjadi Rp22,36 miliar dari Rp14,29 miliar.

Pada semester pertama tahun ini, total nilai aset SMMT mengalami kenaikan jika dibandingkan dengan akhir tahun 2021 menjadi Rp1,24 triliun dari sebelumnya sebesar Rp1,05 triliun.

Total liabilitas SMMT menurun dari sebelumnya sebesar Rp233,79 miliar menjadi Rp216,32 miliar. Sedangkan, total ekuitas perseroan meningkat dari sebelumnya Rp817,85 miliar pada akhir Desember 2021 menjadi Rp1,02 miliar pada akhir Juni 2022.

PT Golden Eagle Energy Tbk (SMMT atau Perusahaan) berdiri pada tahun 1980 dengan nama PT The Green Pub berdasarkan Akta Pendirian No. 46 tanggal 14 Maret 1980 dengan aktivitas bisnis utama di bidang restoran dan hiburan.

Meningkatnya persaingan di bisnis restoran dan hiburan membuat perseroan menelaah kembali strategi dan perencanaan pengembangan bisnis dengan tujuan memberikan pertumbuhan kinerja yang lebih menarik bagi para penanam modal dan pemilik saham.

Perseroan memperoleh kesimpulan bahwa, bisnis pertambangan khususnya batu bara adalah salah satu bisnis yang paling menjanjikan dan sesuai. Dalam kurun waktu sepuluh tahun terakhir, industri batu bara nasional mengalami peningkatan signifikan, baik dalam hal produktivitas maupun harga jual.

Sesuai dengan strategi yang telah ditetapkan, perseroan menjalankan transformasi usaha dari bisnis restoran dan hiburan ke pertambangan khususnya batu bara dengan melakukan penerbitan atas 820 juta saham baru melalui right issue.

Dana yang diperoleh dari right issue kemudian digunakan untuk mengakuisisi dua entitas anak yaitu, PT Internasional Prima Coal (IPC) dan PT Triaryani (TRA) yang akan menjadi perusahaan operasional bagi SMMT.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini