Share

Karyawan Siap Dibela, Ini Pria Berharta Rp43,5 Triliun di Balik Bisnis Alfamart

Shelma Rachmahyanti, MNC Media · Senin 15 Agustus 2022 12:26 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 15 455 2647997 karyawan-siap-dibela-ini-pria-berharta-rp43-5-triliun-di-balik-bisnis-alfarmart-CjuvZWDm6F.jpg Pria di Balik Bisnis Alfamart (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Manajemen Alfamart siap memberikan perlindungan kerja penuh terhadap karyawannya, termasuk karyawan yang kini tertekan usai diancam UU ITE oleh ibu pencuri cokelat.

Alfamart dimiliki oleh salah satu orang terkaya di Indonesia berharta USD2,9 miliar atau setara Rp43,5 triliun (kurs Rp15.000 per USD). Lalu siapa dia?

Dia adalah Djoko Susanto. Djoko Susanto merupakan pendiri dan bos besar Alfamart. Djoko Susanto masuk daftar 50 orang terkaya Indonesia pada 2022. Bahkan Djoko menduduki peringkat 9 daftar orang terkaya di Indonesia versi Forbes 2022.

BACA JUGA: Karyawan Diancam UU ITE oleh Pencuri Cokelat, Alfamart Ambil Langkah Hukum 

Di tangan Djoko Susanto, Alfamart memiliki lebih dari 18.000 toko di seluruh Indonesia.

Djoko Susanto mengembangkan bisnis ritel Alfa Supermarket yang saat ini di bawah pengelolaan PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk.

Divisi propertinya Alfaland mengoperasikan Omega Hotel Management di seluruh Indonesia.

Djoko merupakan anak keenam dari 10 bersaudara, Djoko mulai mengelola warung makan sederhana milik orang tuanya di sebuah pasar tradisional di Jakarta pada usia 17 tahun.

Sebelumnya, Alfamart sangat menyayangkan adanya tindakan sepihak yang dilakukan konsumen dengan membawa pengacara yang membuat karyawannya tertekan.

"Alfamart sedang melakukan investigasi internal lebih lanjut, dan apabila diperlukan akan mengambil langkah hukum selanjutnya," tulis keterangan manajemen Alfamart.

Seorang karyawan Alfamart yang diancam UU ITE oleh seorang konsumen adalah benar, yang terjadi pada Sabtu, 13 Agustus 2022 pukul 10.30 WIB di Alfamart Sampora, Desa Sampora, Kecamatan Cisauk, Tangerang Selatan.

"Karyawan kami menyaksikan kejadian konsumen yang mengambil barang tanpa membayar. Setelah diminta pertanggungjawaban, konsumen tersebut baru membayar cokelat yang telah diambilnya," ujar manajemen Alfamart dalam keterangan tertulis.

Tak hanya mengambil cokelat, berdasarkan hasil investigasi karyawan konsumen tersebut juga mengambil beberapa produk lainnya tanpa membayar.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini