Share

PUPR Dapat Anggaran Rp152,2 Triliun di 2023, Menteri Basuki Targetkan Proyek Ini

Iqbal Dwi Purnama, Okezone · Selasa 16 Agustus 2022 19:03 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 16 320 2649142 pupr-dapat-anggaran-rp152-2-triliun-di-2023-menteri-basuki-targetkan-proyek-ini-pfOdKu4w8R.JPG Menteri PUPR Basuki Hadimuldjono. (Foto: Okezone)

JAKARTA - Kemeterian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (KemenPUPR) mendapat alokasi anggaran pada tahun 2023 sebesar Rp125,2 tirliun.

Di mana anggaran itu akan digunakan dalam pembangunan, pemeliharaan infrastruktur dan menyelesaikan proyek pada 2022.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan bahwa ada beberapa target prioritas pembangunan infrastruktur pada tahun 2023.

Pertama adalah pembangunan jalan tol sepanjang 297 Km dari Renstra 1565 Km.

 BACA JUGA:PUPR Berikan Rusun ke Pekerja di Tanjung Lesung, Begini Penampakannya

"Pada tahun 2022 ada 365 km (yang akan diselesaikan), 2023 ada 297 km pada 12 ruas," ujar Menteri Basuki dalam konferensi persnya, Selasa (16/8/2022).

Lebih lanjut Menteri Basuki menjelaskan, bahwa ruas tersebut antara lain Jalan Tol Jakarta - Cikampek (Japek) II Selatan paket 3 (Kutanegara - Taman Mekar) sepanjang 19,4 Km, Kayuagung - Palembang - Betung seksi 2 dan 3 sepanjang 69,2 Km, Kuala Tanjung - Tebing Tinggi - Prapat Seksi 3 dan 4 sepanjang 58 Km, Pasuruan - Probolinggo Seksi 4 sepanjang 8 Km.

Baca Juga: Hadirkan Acara Meet Eat Inspire, Hypernet Technologies Tawarkan Layanan untuk Produk Server dan Storage

Follow Berita Okezone di Google News

Selanjutnya juga ada penyelesaian pembangunan 24 bendungan yang 13 bendungan diantara selesai seperti bendungan Keureuto Ruko di Aceh, Lau Simeme di Sumut, Karian di Banten, Cipanas dan Leuwikeris di Jabar, Jlantah di Jateng, Sepaku Semoi di Kaltim, Pamukkulu di Sulsel, Ameroro di Sultra, Sidan di Bali, Tuh Suntuk di NTB, dan Bendungan Temef di NTT.

"Karena sudah selesai 24 tambah 9 tahun ini, tahun depan ada 24 bendungan yang dikerjakan, namun akan selesai 13 bendungan, total anggaran yang dibutuhkan itu sekitar Rp10 triliun," ucap Menteri Basuki.

Selain itu Menteri Basuki menyampaikan juga penyelesaian pembangunan itu juga bakal dibangun jaringan irigasinya.

Total jaringan irigasi yang bakal dibangun tahun depan seluas 6.900 hektare.

"Seperti di DI Gilireng yang Bendungan Karaloe sudah selesai, DI Bintang Bano, kemudian rehabilitasi jaringan-jaringan irigasi yang sudah dibangun lama," bebernya.

Mengurangi angka backlog perumahan Kementerian PUPR mengalokasikan dana untuk pembangunan perumahan pada tahun 2023 sebanyak 4.575 unit rumah susun, 3.360 unit rumah khusus, 27.825 unit PSU, dan 147.650 unit bantuan rumah swadaya.

"Selaik itu bantuan pembiayaan FLPP yang tadi sekitar Rp29,1 triliun, tahun depan dialokasikan di Bendahara Umum Negara itu Rl34,2 triliun, jadi selain APBN PU ini sebesar Rp125,2 triliun, PU juga diberi tanggung jawab membantu pembangunan rumah subsidi Rp34,2 triliun yang dikelola oleh BUN (Bendahara Umum Negara)," sambungnya.

Pada tahun 2023 untuk menguatkan pendapat masyarakat Menteri Basuki mengatakan program padat karya tetap dilanjutkan, dan bahkan mempunyai kemungkinan untuk diperbesar.

"Ini diperkirakan juga untuk menyerap tenaga kerja hingga 700ribu tenaga kerja," kata Menteri Basuki.

Progam lain yang menjadi prioritas pada tahun 2023 adalah penataan kawasan strategis pariwisata nasional (KSPN) dan kegiatan strategis lainnya seluas 198 hektare.

Seperti di Water Front City Pangururan, dan Tele KSPN danau Toba, Kampung Seni Borobudur di Kujon, KSPN Wakatobi, Kawasan Dieng, dan Kawasan Kaimana.

Selian itu ada pembanguan 4 PLBN, seperti PLBN Jagoi Babang di Kalbar, PLBN Long Midang, PLBN Labang, dan PLBN Long Nawang di Kalimantan Utara.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini