Share

Wall Street Bergerak 2 Arah, Nasdaq Turun 0,19%

Antara, Jurnalis · Rabu 17 Agustus 2022 07:02 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 17 278 2649268 wall-street-bergerak-2-arah-nasdaq-turun-0-19-lEflDgjfkw.jpg Wall Street Beragam. (Foto: Okezone.com/Reuters)

NEW YORK - Bursa saham AS, Wall Street ditutup dua arah pada akhir perdagangan Selasa. Di mana indeks Dow dan S&P 500 meningkat karena hasil dan pandangan yang lebih kuat dari perkiraan dari Walmart dan Home Depot mendukung pandangan tentang kesehatan konsumen, sementara saham teknologi turun dan membebani Nasdaq.

Indeks Dow Jones Industrial Average terangkat 239,57 poin atau 0,71% menjadi 34.152,01 poin. Indeks S&P 500 naik 8,06 poin atau 0,19% menjadi 4.305,20 poin. Indeks Komposit Nasdaq merosot 25,50 poin atau 0,19% menjadi 13.102,55 poin.

Sektor konsumer non-primer dan kebutuhan pokok S&P 500 memberi indeks acuan kenaikan terbesar, sementara indeks ritel S&P 500 bertambah 1,9%.

Baca Juga: Wall Street Menguat Ditopang Saham Apple hingga Tesla

S&P 500 juga hampir menembus di atas rata-rata pergerakan 200 hari, level teknis utama. Indeks acuan belum ditutup di atas level itu sejak awal April.

Saham Walmart Inc melonjak 5,1%, setelah pengecer itu memperkirakan penurunan laba setahun lebih kecil dari yang diproyeksikan sebelumnya. Sementara Home Depot Inc menguat 4,1%, setelah melampaui perkiraan untuk penjualan kuartalannya.

Baca Juga: Wall Street Menguat Masih Ditopang Turunnya Inflasi AS

Pada saat yang sama, imbal hasil obligasi pemerintah AS 10-tahun naik, membebani sektor teknologi dan saham dengan pertumbuhan tinggi lainnya. Saham Microsoft Corp tergelincir 0,3% setelah membukukan kenaikan baru-baru ini.

Setelah paruh pertama tahun yang sulit, S&P 500 naik hampir 14 persen sejak awal Juli, sebagian dibantu oleh pendapatan yang lebih baik dari perkiraan dari perusahaan-perusahan AS.

Investor juga optimis akhir-akhir ini bahwa Federal Reserve dapat mencapai soft landing bagi perekonomian ketika memperketat kebijakan dan menaikkan suku bunga untuk mengurangi inflasi yang tinggi selama beberapa dekade.

"Ketika Anda beralih dari pasar bearish ke pasar bullish, terutama di mana Fed menaikkan suku bunga dan ada kekhawatiran terhadap konsumen, Anda benar-benar ingin melihat konsumer non-primer didukung oleh antusiasme. Dan gerakan hari ini di konsumer non-primer adalah positif bagi pasar," kata Kepala Strategi Global LPL Financial, Quincy Krosby, dikutip dari Antara, Rabu (17/8/2022).

Walmart pada Juli memangkas perkiraan labanya di tengah melonjaknya harga makanan dan bahan bakar.

Baca Juga: Presiden Jokowi Sebut Sistem Penyaluran BLT BBM yang Dijalankan Sudah Bagus

Dengan hasil dari sebagian besar perusahaan S&P 500, laba kuartal kedua diperkirakan meningkat 9,7% dari tahun sebelumnya, dibandingkan dengan 5,6% yang diperkirakan pada 1 Juli, menurut data IBES dari Refinitiv.

Saham Target Corp, yang akan melaporkan hasil kuartalan pada Rabu pagi, ditutup 4,6 persen lebih tinggi.

Namun, investor akan cemas melihat data penjualan ritel AS Juli, yang juga akan dirilis pada Rabu. Juga pada Rabu, The Fed dijadwalkan untuk merilis risalah dari pertemuan kebijakan Juli.

Sentimen investor masih bearish, tetapi tidak lagi "secara apokaliptik", menurut survei bulanan manajer dana global BofA pada Agustus.

Volume transaksi di bursa AS mencapai 10,92 miliar saham, dibandingkan dengan rata-rata 10,96 miliar untuk sesi penuh selama 20 hari perdagangan terakhir.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini