Share

Dolar Menguat, Investor Soroti Data Penjualan Ritel AS

Antara, Jurnalis · Rabu 17 Agustus 2022 08:24 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 17 320 2649272 dolar-menguat-investor-soroti-data-penjualan-ritel-as-vLBgYDlNVU.jpg Dolar AS Menguat. (Foto: Okezone.com)

NEW YORK - Dolar AS menguat tipis terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya pada akhir perdagangan Selasa. Indeks dolar yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya naik 0,02% di 106,48.

Dolar AS menguat karena investor menunggu data penjualan ritel AS dan risalah dari pertemuan Federal Reserve (Fed) Juli pada Rabu waktu setempat.

Greenback telah naik dari level terendah dalam enam minggu di pekan lalu. Di mana investor meningkatkan taruhan bahwa bank sentral AS akan terus menaikkan suku bunga secara agresif di tengah inflasi yang tetap tinggi.

Baca Juga: Dolar Loyo setelah Inflasi AS Menurun di Juli 2022

Namun demikian, perdagangan telah berfluktuasi dengan Fed tidak akan bertemu sampai 20-21 September dan dengan lebih banyak inflasi harga konsumen dan data pekerjaan yang dijadwalkan sebelum itu.

Kondisi keuangan yang lebih longgar karena imbal hasil acuan obligasi pemerintah 10-tahun bertahan di bawah 3,0% dan karena pasar kredit dan saham membaik telah meningkatkan spekulasi The Fed mungkin perlu lebih agresif dalam pengetatan untuk mengatasi tekanan harga yang meningkat.

"Setiap reli di ekuitas AS memberi The Fed lebih banyak kelonggaran untuk menaikkan suku bunga," kata Kepala Analis Mata Uang ForexLive, Adam Button, dikutip dari Antara, Rabu (17/8/2022).

Baca Juga: Dolar Tertekan Data Klaim Pengangguran AS Meningkat

Analis ING, Padhraic Garvey, mencatat kondisi keuangan kembali ke tempat semula pada April, sebelum The Fed membuat kumulatif 200 basis poin dalam kenaikan suku bunga, membuat bank sentral AS hampir kembali ke titik awal.

“Ini harus dibalik. Jika tidak, The Fed tidak punya pilihan selain menjadi lebih keras,” kata Kepala Penelitian Regional Amerika, Garvey.

Investor akan menjelajahi risalah dari pertemuan Juli Fed pada Rabu untuk mencari sinyal baru tentang seberapa besar kemungkinan kenaikan suku bunga pada September.

Sementara itu, Data Penjualan Ritel AS akan menawarkan wawasan baru tentang keadaan konsumen. Diperkirakan akan menunjukkan bahwa penjualan naik 0,1% pada bulan Juli dibandingkan dengan Juni.

Data pada Selasa (16/8/2022) menunjukkan bahwa pembangunan rumah AS jatuh ke level terendah dalam hampir 1,5 tahun pada Juli, terbebani oleh suku bunga hipotek yang lebih tinggi dan harga bahan konstruksi.

Sementara itu, produksi industri naik ke level tertinggi sepanjang masa pada Juli.

Euro naik kembali ke wilayah positif, setelah sebelumnya turun ketika data yang menunjukkan bahwa sentimen investor Jerman sedikit melemah pada Agustus di tengah kekhawatiran kenaikan biaya hidup akan memukul konsumsi swasta.

Eropa sedang berjuang dengan krisis energi setelah menjatuhkan sanksi terhadap Rusia karena invasi ke Ukraina.

Mata uang Jepang, yang sering dipengaruhi oleh perbedaan antara imbal hasil acuan di Amerika Serikat dan Jepang, menguat pekan lalu di tengah ekspektasi bahwa inflasi AS yang lebih dingin akan berarti laju pengetatan The Fed yang kurang agresif dan imbal hasil AS yang lebih rendah.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini