Share

Ekonomi 60 Negara Terancam Ambruk, 345 Juta Orang Bakal Alami Kelaparan

Michelle Natalia, Sindonews · Kamis 18 Agustus 2022 11:28 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 18 320 2649894 ekonomi-60-negara-terancam-ambruk-345-juta-orang-bakal-alami-kelaparan-ZQxRqNDYXs.png Jokowi soal Ekonomi 60 Negara Ambruk (Foto: Tangkapan Layar)

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) melaporkan bahwa 60 negara rentan ambruk ekonominya. Hal ini berdasarkan informasi dari berbagai lembaga internasional.

"Ini 60 negara, biasanya kalau ada krisis, cuma 4-5 negara. Ini sudah 60 negara yang diprediksi akan ambruk ekonominya, dan 345 juta orang di 82 negara akan mengalami kelaparan karena kekurangan pangan," kata Jokowi dalam Pembukaan Rapat Koordinasi Nasional Pengendalian Inflasi 2022 di Jakarta, Kamis (18/8/2022).

BACA JUGA: Ngeri! Jokowi Ungkap Momok Mengerikan yang Bikin Negara Ketakutan 

Maka dari itu, Jokowi berpesan kepada para menteri, pemimpin daerah, dan juga Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) dan Tim Pengendali Inflasi Pusat (TPIP) supaya tidak bekerja standar atau sekadar rutinitas. Belanja APBD di daerah sampai saat ini baru menyentuh 39,3%.

"Hati-hati ini, baru Rp472 triliun. Padahal ini penting sekali, namanya perputaran uang di daerah, pertumbuhan ekonomi di daerah ini APBN ini segera keluar agar beredar di masyarakat ini penting sekali. Saya cek APBD di bank, hal-hal bahkan sekecil ini saya harus cek angkanya berapa, uang APBD di bank, masih Rp193,4 triliun, sangat besar sekali," kata Jokowi.

Baca Juga: Saatnya Anak Muda Bangkit Bersama untuk Indonesia Bersama Astra

Menurut Jokowi, uang yang ada di bank harus didorong agar ikut memacu pertumbuhan ekonomi di daerah. Sementara itu, soal inflasi yang masih beada di angka 4,94% karena masih didukung dengan tidak naiknya harga BBM.

"Pertalite, Pertamax, Solar, LPG, listrik itu bukan harga yang sebenarnya, bukan harga keekonomian. Itu harga yang disubsidi pemerintah yang besarnya Rp502 triliun, angkanya gede sekali, ini yang harus kita tahu," tegas Jokowi,

Dia mengatakan, ini agar inflasi tidak tinggi. Tapi, mengenai kuat atau tidaknya APBN menahannya nanti, akan dihitung kembali.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini