Share

Jokowi Kesal APBD Rp193 Triliun Masih 'Nganggur' di Bank

Michelle Natalia, Sindonews · Kamis 18 Agustus 2022 11:41 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 18 320 2649907 jokowi-kesal-apbd-rp193-triliun-masih-nganggur-di-bank-0TVIi6p577.jpg Presiden Jokowi Sindir Belanja Daerah yang Masih Kecil. (Foto: Okezone.com/Setpres)

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyoroti kinerja belanja daerah yang tidak cepat. Di mana belanja APBD sampai saat ini baru menyentuh 39,3%.

"Hati-hati ini, baru Rp472 triliun (yang dibelanjakan). Padahal ini penting sekali, namanya perputaran uang di daerah, pertumbuhan ekonomi di daerah ini APBN ini segera keluar agar beredar di masyarakat ini penting sekali. Saya cek APBD di bank, hal-hal bahkan sekecil ini saya harus cek angkanya berapa? Uang APBD di bank masih Rp193,4 triliun, sangat besar sekali," ujar Jokowi dalam Pembukaan Rapat Koordinasi Nasional Pengendalian Inflasi 2022 di Jakarta, Kamis(18/8/2022).

Baca Juga: Jokowi Instruksikan Mendagri Pakai Anggaran Tak Terduga untuk Transportasi dan Distribusi Pangan

Dia menyebutkan, belanja daerah ini harus secepatnya didorong agar ikut memacu pertumbuhan ekonomi di daerah.

Baca Juga: Harga Beras di Merauke Rp6.000, Jokowi Heran Tak Ada yang Beli

"Sekali lagi, kita semuanya harus melihat angka-angka inflasi, karena angka inflasi yang berada di 4,94% masih didukung oleh tidak naiknya harga BBM kita. Pertalite, Pertamax, Solar, LPG, listrik itu bukan harga yang sebenarnya, bukan harga keekonomian. Itu harga yang disubsidi pemerintah yang besarnya Rp502 triliun, angkanya gede sekali, ini yang harus kita tahu," tegas Jokowi,

Baca Juga: Wujudkan Indonesia Sehat 2025, Lifebuoy dan Halodoc Berkolaborasi Berikan Akses Layanan Kesehatan Gratis

Dia mengatakan, angka subsidi ini ditujukan ini agar inflasi tidak tinggi.

"Tapi, mengenai kuat atau tidaknya APBN menahannya nanti, akan dihitung kembali," pungkas Jokowi.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini