Share

Bantu Swasembada Daging di Tengah Wabah PMK, Kemenhub Optimalkan Tol Laut

Heri Purnomo, iNews · Kamis 25 Agustus 2022 14:56 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 25 320 2654358 bantu-swasembada-daging-di-tengah-wabah-pmk-kemenhub-optimalkan-tol-laut-zoX9VUvGgA.JPG Ilustrasi daging. (Foto: Okezone)

JAKARTA - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) dukung swasembada daging nasional di tengah wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang melanda Indonesia dengan mengoptimalisasi layanan Tol Laut Angkutan Khusus Ternak.

"Tujuan adalah memperlancar arus distribusi ternak melalui angkutan laut dengan memperhatikan prinsip animal welfare di masa wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK)," kata Kasubdit Angkutan Laut Khusus dan Usaha Jasa Terkait, Capt. Pujo Kurnianto dalam keterangan tertulis, Kamis (25/8/2022).

Capt. Pujo menyampaikan perlunya menyamakan persepsi dan kesatuan pandangan antara Kementerian Perhubungan, Kementerian Pertanian, Kementerian Perdagangan, Kementerian Dalam Negeri, BPH Migas, Pemerintah Daerah,Peternak, dan operator kapal.

 BACA JUGA:Menko PMK Kaget Banyak Warga Miskin Belum Dapat Bansos, Kok Bisa?

"Sehingga tentunya dapat meningkatkan perekonomian para peternak di tingkat produsen dan menjamin ketersediaan daging di pasar konsumen," jelasnya.

Ditempat yang sama, Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Laut, Capt. Hendri Ginting menyampaikan, kapal khusus angkutan ternak merupakan salah satu sub sistem dari sistem angkutan laut nasional, diselenggarakan oleh Pemerintah, dengan memberikan subsidi operasi kepada armada kapal khusus angkutan ternak dari dana APBN, yang disalurkan pada setiap tahun anggaran melalui DIPA.

“Program tersebut selaras dengan prioritas percepatan dan perluasan pembangunan ekonomi Indonesia,” terang Capt. Ginting.

Adapun latar belakang timbulnya kapal khusus angkutan ternak, jelas Capt.

Ginting merupakan konsekuensi logis dari keadaan geografis Indonesia, dengan segala kaitannya antara lain beragamnya tingkat kebutuhan dan kemampuan produksi hasil ternak masyarakat yang disebabkan oleh kondisi geografis tersebut.

Selain itu, tingkat distribusi ternak di Indonesia masih termasuk kurang, dikarenakan keterbatasan kemampuan armada angkutan laut nasional dalam negeri (belum tersedia kapal khusus pengangkut ternak).

Baca Juga: BuddyKu Fest: Challenges in Journalist and Work Life Balance Workshop

Follow Berita Okezone di Google News

“Di Indonesia, pengangkutan ternak masih dominan menggunakan kapal barang, sehingga tidak memperhatikan faktor kesejahteraan hewan,” katanya.

“Oleh karena itulah, Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Laut mengupayakan pengembangan kapal khusus angkutan ternak secara bertahap dan terencana mencakup wilayah sentra lumbung ternak sapi terbesar di Indonesia ke seluruh nusantara,” tambahnya.

Lebih lanjut, Capt. Ginting menyatakan pihaknya terus berupaya untuk terus meningkatkan potensi kapal ternak pada tahun 2022.

Salah satunya dengan melaksanakan sinkronisasi supply-demand ternak antar Daerah, berkoordinasi dengan Kementerian/ Lembaga terkait untuk mendapatkan informasi penetapan, serta menerapkan Aplikasi Terintegrasi antara Sale-Buy Ternak dengan Aplikasi Sitolaut Ternak dan meningkatkan Informasi Layanan Angkutan Khusus Ternak.

“Selain itu, kami juga terus berupaya untuk mengoptimalisasi muatan balik, berkoordinasi dengan Kementerian/Lembaga, Pemerintah Daerah, serta stakeholder terkait,” ujarnya.

Sebagai informasi, kegiatan Rapat Koordinasi Teknis Penyelenggaraan Kewajiban Pelayanan Publik untuk Angkutan Ternak Tahun 2022 ini dihadiri oleh Kementerian/Lembaga, Pemerintah Daerah, BUMN, Lembaga Pendidikan, serta Asosiasi dan stakeholder terkait baik sebagai narasumber maupun peserta.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini