Share

5 Fakta Biaya Proyek MRT Jakarta HI-Kota Bengkak Jadi Rp26 Triliun

Shelma Rachmahyanti, MNC Media · Senin 29 Agustus 2022 05:04 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 26 320 2655158 5-fakta-biaya-proyek-mrt-jakarta-hi-kota-bengkak-jadi-rp26-triliun-RKzx1Kfsly.jpg MRT Jakarta (Foto: Okezone)

JAKARTA - Anggaran proyek MRT Jakarta Bundaran HI-Jakarta Kota bengkak menjadi Rp26 Triliun. Sebelumnya anggaran proyek tersebut sebesar Rp22,5 triliun.

Berikut fakta-fakta proyek MRT Jakarta HI-Kota yang dirangkum Okezone, Senin (29/8/2022).

1. Anggaran Bengkak

Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebutkan biaya proyek pembangunan MRT Jakarta Fase 2 yang menghubungkan Stasiun Bundaran HI-Kota-Ancol membengkak menjadi Rp26 triliun. Dari perkiraan awal membutuhkan biaya Rp22,5 triliun.

"Terkait proyek strategis MRT North-South tadi dilaporkan ada kenaikan project cost dari Rp22,5 triliun menjadi Rp26 triliun," kata Airlangga di Jakarta.

2. Lahan Tidak Stabil

Airlangga menjelaskan kondisi lahan yang tidak stabil, terutama menuju kawasan Kota Tua membuat pembangunan rel dan stasiun bawah tanah menjadi harus lebih hati-hati.

3. Ada Kendala

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menjelaskan bahwa terdapat beberapa kendala yang mengakibatkan adanya penambahan biaya pada proses pembangunanya.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut Bersama Lifebuoy dan MNC Peduli Tengah Berlangsung!

"Di daerah utara itu setelah diselidiki ada hal-hal yang mengakibatkan harga lebih naik. Hal itu dikarenakan daerah tersebut bangunan tua, kemudian muka air tanah tinggi," katanya kepada wartawan seusai rapat kerja bersama Komisi V DPR RI di Jakarta.

4. Lakukan Evaluasi

Menhub mengatakan akan melakukan evaluasi mengenai hal tersebut dengan mengirimkan tim soal bengkaknya anggaran itu.

"Tapi kita tidak sampai di situ saja, kami minta kepada tim untuk mengevaluasi. Pak presiden memberikan perhatian juga bahwa angka dari konstruksi ini tidak boleh terlalu tinggi," katanya.

5. Tak Ada Penambahan Dana

Adapaun terkait dengan adanya penambahan dana tersebut, Menhub mengusahakan untuk tidak perlu menambahkan loan atau pinjaman dana kepada kreditur dengan status hutang.

"Kita akan usahakan tidak perlu loan tambahan. Kita akan balikan lagi loan yang ada," ucapnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini