Share

Putin Bagi BLT Rp2,5 Juta ke Orang Ukraina, Ini Syarat dan Kriterianya

Agregasi VOA, Jurnalis · Senin 29 Agustus 2022 11:45 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 29 320 2656518 putin-bagi-blt-rp2-5-juta-ke-orang-ukraina-ini-syarat-dan-kriterianya-uRJ1iWag2h.jpg Presiden Rusia Vladimir Putin bagi BLT ke orang Ukraina. (Foto: VOA Indonesia)

JAKARTA - Presiden Rusia Vladimir Putin dikabarkan telah menandatangani dekrit yang mengatur tentang manfaat finansial bagi orang-orang yang meninggalkan wilayah Ukraina untuk datang ke Rusia.

Di mana aturan ini berlaku termasuk untuk pensiunan, perempuan hamil, dan orang cacat.

Dikutip VOA Indonesia, di mana keputusan ini diterbitkan di situs web pemerintah dengan menetapkan pembayaran bantuan bulanan sebesar 10.000 rubel atau setara dengan sekitar Rp2,5 juta untuk orang-orang yang terpaksa meninggalkan wilayah Ukraina sejak 18 Februari.

Adapun penyandang cacat juga akan mendapatkan bantuan bulanan yang sama, sedangkan perempuan hamil berhak mendapatkan bantuan hanya satu kali.

 BACA JUGA:Perang Rusia-Ukraina Belum Usai Bikin Krisis Global Semakin Parah

Untuk keputusan tersebut mengatakan pembayaran akan dilakukan untuk warga Ukraina dan Republik Rakyat Donetsk dan Luhansk.

Diketahui juga kedua wilayah Ukraina tersebut memisahkan diri dari negara asalnya yang diakui Moskow sebagai negara merdeka pada Februari. Ukraina dan Barat mengutuk langkah tersebut dan menyebutkan sebagai aksi ilegal.

Baca Juga: Hadirkan Acara Meet Eat Inspire, Hypernet Technologies Tawarkan Layanan untuk Produk Server dan Storage

Follow Berita Okezone di Google News

Putin juga memerintahkan setiap orang yang datang ke Rusia dari Donetsk dan Luhansk untuk diberikan bantuan senilai 10.000 rubel.

Sebagai informasi, Moskow telah memberikan paspor Rusia kepada orang-orang Ukraina.

Kyiv dan Amerika Serikat mengatakan hal itu sebagai upaya ilegal Moskow untuk mencaplok wilayah yang telah didudukinya sebagai bagian dari apa yang mereka anggap sebagai perampasan tanah imperialis Rusia.

Sehingga Moskow menyebut tengah menuntut operasi militer khusus untuk melindungi dirinya sendiri dan membela penutur bahasa Rusia yang dikatakan dianiaya oleh otoritas Ukraina.

Tapi ini adalah sesuatu yang dibantah oleh Kyiv.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini