Share

BNI Dikabarkan Akuisisi BTN, Apa Dampaknya ke Investor?

Cahya Puteri Abdi Rabbi, Jurnalis · Selasa 30 Agustus 2022 13:06 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 30 320 2657360 bni-dikabarkan-akuisisi-btn-apa-dampaknya-ke-investor-7PjGZrTvuO.jpg BNI Bakal Akuisisi BTN (Foto: Okezone)

JAKARTA - Pemerintah berencana untuk menggabungkan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) dengan PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN). Pemerintah disebut tengah mengkaji rencana di mana nantinya segmen konvensional Bank BTN akan diakuisisi oleh Bank BNI.

Lantas bagaimana dampak terhadap investor, mengingat kedua perusahaan merupakan perusahaan terbuka?

Investment Analyst Stockbit Hendriko Gani mengatakan, terkait rencana penggabungan kedua bank ini, baik melalui jalur akuisisi maupun merger, sinergi keduanya masih perlu dicermati apakah akan menguntungkan kedua pihak atau sebaliknya.

Hendriko menilai, penggabungan keduanya memiliki dampak positif dan negatif tersendiri. Dari sisi positif, Bank BTN dapat semakin memperluas market share perusahaan, hal ini dikarenakan Bank BNI memiliki market share yang luas baik di dalam maupun luar negeri. Selain itu, jika rencana ini dilaksanakan, maka Bank BTN memiliki akses modal tambahan dengan cost of fund yang murah.

“Tapi permasalahannya, kedua bank ini punya strategi bisnis yang berbeda. BNI lebih fokus ke UMKM dan korporasi, sementara BTN lebih fokus ke properti,” kata Hendriko dalam Market Buzz IDX Channel, Selasa (30/8/2022).

Sebagaimana diketahui, kedua perusahaan saat ini tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI). Sehubungan dengan hal tersebut, Hendriko menyebut bahwa para investor dari kedua bank masih akan lebih fokus kepada fundamental masing-masing perusahaan.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut Bersama Lifebuoy dan MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Ia mengatakan, para investor masih akan berfokus pada prospek kinerja kedua perusahaan dibanding mengikuti kabar yang sudah menjadi wacana sejak lama tersebut.

“Karena ini berita yang sudah lama, saya rasa kali ini mungkin belum akan terjadi merger karena spesialisasi bisnis yang berbeda,” kata dia.

Dari sisi fundamental, kedua perusahaan disebut masih cukup optimistis di tengah pemulihan ekonomi Indonesia. Secara umum, kondisi tersebut juga dialami seluruh perusahaan di sektor perbankan. Hendriko mengatakan, kondisi pemulihan ini bisa dimanfaatkan sektor perbankan untuk lebih memperluas portofolionya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini