Share

Kendalikan Harga Bahan Pokok, Begini Cara Mendag Zulhas

Advenia Elisabeth, MNC Portal · Rabu 31 Agustus 2022 08:12 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 31 320 2657861 kendalikan-harga-bahan-pokok-begini-cara-mendag-zulhas-VybeRiMD3T.jpg Cara Mendag Kendalikan Harga Bahan Pokok. (Foto; Okezone.com/Kemendag)

JAKARTA - Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan meminta Kepala Daerah untuk bersinergi dengan pemerintah pusat dalam pengendalian harga-harga kebutuhan pokok. Menurutnya, jika pemerintah daerah dan pemerintah pusat memiliki satu persepsi dan pemahaman, pengendalian harga akan lebih mudah dilakukan.

"Tentunya kalau tugas antar pemerintah pusat, Gubernur Bupati itu satu pengertian, itu akan jauh lebih mudah," kata Zulhas saat rapat kerja dengan Komisi VI DPR RI, Selasa (30/8/2022).

Sebelumnya, dia mengungkapkan bahwa beberapa barang pokok mengalami tren penurunan. Namun tak berlaku untuk telur ayam ras dan tepung terigu.

Baca Juga: Harga-Harga Bahan Pokok Naik, Telur Masih di Atas Rp30.000/Kg

"Dapat kami laporkan bahwa sebagian besar harga kebutuhan pokok per 26 Agustus 2022 telah mengalami tren penurunan yang signifikan dibandingkan bulan lalu atau minggu lalu. Kecuali telur ayam, dan tepung terigu sedikit naik," ujarnya.

Dia menerangkan, harga telur ayam mengalami kenaikan 6 persen dibandingkan bulan lalu. Berdasarkan catatan Kementerian Perdagangan, harga telur ayam ras di Jawa Timur dan Jawa Tengah berkisar Rp28.000-30.000/kg. Sementara di DKI Jakarta masih menyentuh Rp33.000/kg. Kemudian di Sumatera hingga Lampung rata-rata di bawah Rp30.000/kg.

Baca Juga: Dibeli Elon Musk Rp635,8 Triliun, Jack Dorsey Tak Ingin Kembali Jadi CEO Twitter

"Di Kalimantan Rp30.000-an, memang yang masih tinggi itu di Papua dan Maluku. Tapi trennya sudah turun," papar Mendag Zulhas

Pria yang juga menjadi Ketum PAN itu menuturkan, selain karena afkir dini dan bansos, kenaikan harga bisa disebabkan berbagai faktor seperti musim, keperluan besar yang mendadak seperti pandemi dan acara besar.

Namun dari sejumlah faktor itu, menurut Mendag, Pemerintah Daerah bisa menentukan langkah-langkah agar harga tidak terus menerus melonjak.

Baca Juga: Saatnya Anak Muda Bangkit Bersama untuk Indonesia Bersama Astra

Sebab, jika lonjakan ini berlangsung lama, lanjutnya, akan berdampak terhadap terjadinya inflasi. Oleh karena itu, sebagai mitigasinya, dia mengimbau Kepala Daerah agar sering turun ke lapangan memantau kondisi sebenarnya.

"Pak menko juga Pak Menteri Dalam Negeri menyampaikan bahwa ini tugasnya Pemerintah Daerah karena menteri perdagangan punya Kadis (kepala dinas) yaitu kepala daerah," ucapnya.

"Oleh karena itu kalau ada bergolak harga mestinya pemerintah daerah juga bisa mengambil langkah-langkah tidak hanya pusat," tukas Mendag. 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini