Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kawasan Inti Pusat Pemerintahan IKN Dikembangkan Jadi Kota Layak Huni

Shelma Rachmahyanti , Jurnalis-Rabu, 31 Agustus 2022 |11:31 WIB
Kawasan Inti Pusat Pemerintahan IKN Dikembangkan Jadi Kota Layak Huni
Pembangunan IKN Nusantara (Foto: Instagram)
A
A
A

JAKARTA – Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) 1A IKN dikembangkan jadi kota layak huni. Pengembangan dilakukan Otorita IKN Nusantara hingga tahun 2024. KIPP akan dilengkapi dengan fasilitas lengkap untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya.

"Hingga tahun 2024 Otorita IKN ingin membangun sebuah kota layak huni dengan fasilitas lengkap di KIPP 1A dengan luas sekitar 900 hektare. Di sana akan terbangun Istana Negara, Istana Wakil Presiden, perkantoran Kemenko, Bank Indonesia, hunian ASN/TNI/Polri, hunian tapak untuk para menteri, tempat ibadah, lengkap dengan utilitas perairan, pengelolaan banjir, jaringan listrik, jalan tol menuju ke IKN, dan jalan dalam kota," ujar Juru Bicara Tim Komunikasi Rencana Pemindahan IKN Sidik Pramono dilansir dari Antara, Rabu (31/8/2022).

Dia mengatakan pada tahun 2024 pemerintah ingin memindahkan ASN, TNI, Polri pusat ke IKN. Oleh karena itu ketika terjadi pemindahan, IKN harus sudah memiliki fasilitas memadai untuk memenuhi kebutuhan mereka.

Pendanaan pembangunan IKN bersumber dari APBN dan nonAPBN. APBN akan digunakan antara lain untuk membangun infrastruktur dasar, gedung-gedung pemerintahan, istana kepresidenan, istana wapres.

Sementara pendanaan nonAPBN akan menggunakan skema-skema yang diperbolehkan oleh undang-undang, dengan bidang investasi antara lain untuk membangun rumah sakit internasional, fasilitas pendidikan terpadu, kawasan perkantoran dan jasa, gedung mixed use, komersial niaga, dan fasilitas hunian.

Otorita IKN juga membuka peluang bagi swasta untuk ikut membangun IKN. Untuk itu pemerintah juga menyiapkan skema dan insentif untuk menarik minat investasi swasta.

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement