Share

Alasan Penyebab Harga BBM Naik, Faktanya Anggaran Subsidi Bengkak

Shelma Rachmahyanti, MNC Media · Sabtu 03 September 2022 15:45 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 03 320 2660163 alasan-penyebab-harga-bbm-naik-faktanya-anggaran-subsidi-bengkak-5yIwelY8J0.jpg Alasan penyebab BBM naik (Foto: Okezone)

JAKARTA - Alasan penyebab BBM naik antara lain membengkaknya anggaran subsidi BBM. Harga BBM Pertamina Pertamax hari ini mengalami kenaikan. Harga BBM Pertamina Pertamax naik dari Rp14.500 jadi Rp14.500.

“Berlaku 1 jam saat diumumkan penyesuaian berlaku 14.30 WIB,” ujar Menteri ESDM Arifin Tasrif, Sabtu (3/9/2022).

Sementera itu untuk harga BBM Pertalite naik dari Rp7.650 menjadi Rp10.000 per liter.

“Hari ini pukul 13.30 pemerintah melakukan penyesuaian BBM subsidi Pertalite dari Rp7.650 jadi Rp10 ribu. Solar dari Rp5.150 jadi Rp6.800,” ujar Menteri ESDM.

Berikut fakta alasan penyebab BBM naik.

1. Subsidi Membengkak

Harga BBM dianggap sangat membebankan APBN.

Bahkan akumulasi hitungan subsidi energi mencapai kurang lebih Rp502,4 triliun menjadi alasan untuk pentingnya menaikan harga BBM saat ini.

Baca Juga: Saatnya Anak Muda Bangkit Bersama untuk Indonesia Bersama Astra

2. Kata Ekonom

Akumulasi hitungan subsidi energi mencapai kurang lebih Rp502,4 triliun menjadi alasan untuk pentingnya menaikan harga BBM saat ini.

Padahal menurut Direktur Center of Economics and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira akumulasi nilai subsidi tersebut terdiri dari dana kompensasi PLN Pertamina, dana subsidi LPG3 kg, subsidi listrik dan BBM.

"Sepanjang Januari ke Juli 2022, serapan subsidi energi kan baru Rp88,7 triliun berdasarkan data APBN Kita," ujar Bhima kepada MNC Portal Indoneia, Minggu (28/8/2022).

3. Banyak Subsidi BBM Tak Tepat Sasaran

Direktur Center of Economics and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira juga menyebut, masih banyak subsidi BBM yang tidak tepat sasaran dan dinikmati oleh industri skala besar.

“Pemerintah bisa lakukan revisi aturan untuk hentikan kebocoran solar subsidi yang dinikmati oleh industri skala besar, pertambangan dan perkebunan besar," lanjutnya.

4. Hitung-hitungan Pemerintah

Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati mengungkapkan bahwa harga Pertalite sekarang jauh di bawah harga keekonomian.

Harga Pertalite saat ini dijual sebesar Rp7.650 per liter padahal seharusnya dijual Rp17.200 per liter (harga keekonomian pada Juli 2022). Dengan begitu, dari penjualan Pertalite saja ada selisih sebesar Rp9.550 per liter.

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani juga mengungkapkan hitung-hitungannya bahwa harga keekonomian Pertalite seharusnya dijual di kisaran Rp14.450 per liter.

Sementara, untuk harga keekonomian solar senilai Rp13.950 per liter.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini