Share

Tak Terima Harga BBM Vivo Diminta Naik, Netizen 'Serbu' Kementerian ESDM

Rizky Fauzan, MNC Portal · Senin 05 September 2022 11:22 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 05 320 2660933 tak-terima-harga-bbm-vivo-diminta-naik-netizen-serbu-kementerian-esdm-X4COoCyqqX.jpg SPBU Vivo. (Foto: MPI)

JAKARTA - Akun resmi Instagram Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) diserang oleh netizen. Hal itu setelah meminta SPBU Vivo menyesuaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) Revvo 89 pada Minggu (4/9/2022).

Diketahui, Kementerian ESDM diduga meminta Vivo menaikkan BBM miliknya agar setara dengan yang dijual PT Pertamina (Persero).

Apalagi setelah harga Pertalite dinaikkan menjadi Rp10.000, banyak masyarakat yang beralih menggunakan Revvo 89 yang dijual Rp8.900 per liter.

 BACA JUGA:Perbandingan Harga BBM di SPBU Pertamina hingga Vivo, Ternyata Ada yang Lebih Murah dari Pertalite

Tetapi, setelah Kementerian ESDM meminta agar harga Revvo 89 disesuaikan dengan mengikuti harga kondisi saat ini, sontak serangan Instagram Kementerian mereka langsung dibanjiri komentar.

Hal tersebut bisa dilihat dari unggahan terakhir Kementerian ESDM melalui akun instagram resmi mereka, @kesdm pada Senin (5/9/2022).

Dalam unggahan terakhir Kementerian ESDM menunjukkan serangkaian video aktivitas Energy Transitions Ministerial Meeting yang dihadiri oleh beberapa negara.

Banyak di antara netizen mempertanyakan mengapa perusahaan BBM swasta, harus mengikuti acuan dari BBM pelat merah.

"Kang monopoli," kata akun @tri_on**kal.

Baca Juga: Saatnya Anak Muda Bangkit Bersama untuk Indonesia Bersama Astra

"Tetap gua mending beli Vivo atau Shell, kualitas lebih bagus," ujar akun @nasiuduk**joyer.

"Yang penting urat malu urusan belakang," tutur akun @M_abdysi**ga.

"Biarin Vivo harga segitu. Jangan diusik atuh mang," ucap akun @her*_yuy.

Sebelumnya diketahui Dirjen Migas Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Tutuka Ariadji mengatakan bahwa pihak Vivo akan segera menyesuaikan harga BBM murah di Indonesia.

"Iya, saya sudah ada komunikasi dengan ditjen migasnya. Nanti mereka menyesuaikanlah," kata Tutuka ke awak media.

"Harganya berapa tetap dari mereka tapi mereka akan menyesuaikan dengan kondisi saat ini," lanjutnya.

Bagi Tutuka Ariadji, diharapkan Vivo bisa menyesuaikan harga pasca pemerintah menaikkan harga Pertalite per 3 September 2022.

"Dengan adanya penyesuaian harga Pertalite, Vivo akan menyesuaikan harganya segera," terang Tutuka.

Tutuka menyebut kalau harga BBM Vivo yang turun di tengah kenaikan harga BBM Pertamina disebabkan oleh niat Vivo yang ingin menghabiskan stok bahan bakar jenis Ron-89.

"Sebelumnya dan sampai saat ini, Vivo menghabiskan stoknya Ron 89 sampai dua bulan ke depan dengan harga yang terjangkau masyarakat," pungkas Tutuka.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini