JAKARTA - Indonesia Investment Authority (INA) resmi membeli dua ruas tol bersama PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT). Kedua ruas tol tersebut, Tol Kanci-Pejagan dan Pejagan-Pemalang
Ketua Dewan Direktur Indonesia Investment Authority (INA) Ridha D.M Wirakusumah mengatakan, pembangunan jalan tol merupakan salah satu instrumen untuk meningkatan kesejahteraan masyarakat.
Baca Juga: Tol Cijago Seksi Krukut-Limo Siap Beroperasi Awal 2023
"Sebuah kehormatan bagi kami dari INA, dan juga anggota konsorsium jalan tol, termasuk ADIA dari UAE, APG dana pensiun dari Belanda, dan CDPQ dari Kanada, untuk berkolaborasi dan investasi pada jalan tol yang dibangun dan dimiliki Waskita Karya Grup," ujarnya dalam acara Penyelesaian Transaksi Ruas Tol Kanci - Pejagan dan Pejagan - Pemalang antara INA dan Waskita Toll Road, Selasa (6/9/202).
Anggota konsorsium yang dimaksud adalah Abu Dhabi Investment Authority (ADIA), APG Asset Management (APG), dan Caisse de dépôtet placement du Québec (CDPQ).
Baca Juga: Keren, Ini Penampakan Tol di Atas Laut Siap Manjakan Tamu Delegasi G20 Bali
Ridha menjelaskan pada hari ini dua ruas tol yang diakuisisi oleh INA memiliki total panjang 94 km atau setara dengan 8% dari seluruh panjang tol Trans Jawa.
"Kalau dilihat itu sekarang Cirebon-Semarang itu waktu tempuh sudah di potong 50%, pada hari ini diperkirakan sudah 60 ribu mobil melalui ruas jalan, dan akan diproyeksikan akan menjadi 110 ribu perhari pada tahun 2030," sambungnya.
Menurutnya, kehadiran tol tersebut dapat mendukung perekonomian di beberapa daerah yang dilintasi, seperti Cirebon, Tegal, Pemalang, Pekalongan dan banyak koya kecil lainnya. Selain itu tol tersebut juga mampu meningkatkan konektivitas ke kawasan industri yang berada sekitar ruas tol tersebut.
"Transaksi kerjasama yang kita jalin ini mudah-mudahan dapat mewujudkan cita-cita bangsa untuk memperbaiki kemakmuran untuk generasi mendatang melalui partisipasi aktif pembanganan Indonesia secara Sustainable," pungkasnya.
Sekedar informasi INA punya peran untuk menarik investasi domestik dan internasional (foreign direct investment) sebagai alternatif pembiayaan non-utang, yang digunakan untuk membangun infrastruktur berkelanjutan di Indonesia, termasuk pengembangan infrastruktur jalan tol.
(Feby Novalius)