Share

Jangan Bicara Indonesia Maju jika Gap Infrastruktur Sangat Serius

Iqbal Dwi Purnama, Okezone · Selasa 06 September 2022 20:43 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 06 320 2662237 jangan-bicara-indonesia-maju-jika-gap-infrastruktur-sangat-serius-4jsjf8RhZJ.jpg Gap Infrastruktur RI Sangat Serius. (Foto; Okezone.com)

JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani menilai pembangunan infrastruktur menjadi katalisator dalam kemajuan sebuah negara khususnya Indonesia. Namun diakuinya bahwa pembanguan infrastruktur membutuhkan pendanaan yang besar dan tidak cukup hanya di topang APBN.

"Dari sisi ranking termasuk negara yang memiliki gap Infrastruktur yang sangat serius, jadi kalau kita bicara Indonesia ingin menjadi negara maju, menjadi negara high income, kompetitif maka tidak ada pilihan tentu selaik investasi di bidang SDM, maka Investasi di bidang infrastruktur menjadi persyaratan," ujar Sri Mulyani dalam sambutannya pada acara Penyelesaian Transaksi Ruas Tol Kanci - Pejagan dan Pejagan - Pemalang antara INA dan Waskita Toll Road, Selasa (6/9/202).

Baca Juga: Menko Airlangga Tegaskan Seluruh Fisik Proyek Strategis Rampung Sebelum 2024

Menkeu Sri Mulyani menjelaskan pemerintah memahami bahwa hal tersebut memang menjadi sebuah tantangan dan sekaligus merupakan tugas yang harus diselesaikan untuk menciptakan Indonesia sebagai negara high income.

Oleh karena itu menurutnya pemerintah membuat prioritas beberapa proyek infrastruktur yang dianggap memiliki yang dianggap punya peranan strategis didalam pelaksanaannya karena memiliki katalitic role yang luar biasa, seperti pembangunan jalan tol.

Baca Juga: Dapat Anggaran Rp125 Triliun, Menteri PUPR: Pembangunan Infrastruktur Tetap Jadi Prioritas

Adapun sepanjang 2016 hingga 2022, Sri Mulyani mengungkapkan setidaknya pemerintah telah membuat 128 proyek strategis nasional (PSN) dengan total investasi mencapai Rp716,4 tirliun.

"Menyadari pentingnya bahwa untuk membangun infrastruktur dengan Financing yang berkelanjutan, dan tidak mungkin itu hanya tergantung dari APBN, dan tidak mungkin hanya tergantung dari neraca keuangan BUMN," kata Sri Mulyani.

Baca Juga: Presiden Jokowi Sebut Sistem Penyaluran BLT BBM yang Dijalankan Sudah Bagus

Sebab menurutnya kebutuhan untuk pembanguan Infrastruktur bukan hanya membutuhkan uang Rp100 atau 200 triliun saja, tetapi membutuhkan uang hingga ribuan triliun, untuk menjadikan Indonesia sebagai negara maju.

"Kita membuat KPBU, kita mulai dari projek preparation funds, kita membuat financing dalam bentuk guarantee, kita membuat Available payment funds untuk bisa menjembatani sebuah projek Financing dengan kemampuan menginvite financer diluar APBN dan leverage dari BUMN," kata Sri Mulyani.

"Upaya itu semuanya masih sangat mengandalkan pada borrowing Financing, oleh karena itu pada saat kita harus masuk pada chapter baru, yang lebih menantang how we can attract non leverage non borrowing Financing maka di ciptakannya INA," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini