Share

Kejar 1 Juta Barel, Menteri ESDM Minta RUU Migas Dikebut

Rizky Fauzan, MNC Portal · Kamis 08 September 2022 19:51 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 08 320 2663785 kejar-1-juta-barel-menteri-esdm-minta-ruu-migas-dikebut-5z1AWoDl7A.JPG Menteri ESDM Arifin Tasrif. (Foto: Okezone)

JAKARTA - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif mengatakan bahwa agar proses Revisi Undang-Undang Minyak dan Gas Bumi (RUU Migas) segera diselesaikan.

Menteri ESDM menuturkan kehadiran regulasi tersebut diperlukan untuk mendorong tercapainya target produksi minyak Republik Indonesia hingga 1 juta barel pada 2030 mendatang.

"Keberadaan UU (Migas) baru yang memang bisa memastikan bahwa investor itu memiliki kepastian hukum, kemudian kita juga mempunyai iklim investasi yang menarik terutama mengenai aturan-aturan fiskalnya," ujar Arifin dalam Rapat Kerja (Raker) bersama Komisi VII DPR RI, Kamis (8/9/2022).

 BACA JUGA:Kementerian ESDM Minta PLN Putus Listrik di Tambang Ilegal

Arifin mengutarakan jika langkah cepat tidak dilakukan maka Indonesia akan kehilangan momentum untuk mendorong investasi di sektor migas.

Menurutnya, Indonesia masih memiliki potensi sumber daya migas yang besar.

"Indonesia kini berkompetisi dengan negara-negara lain untuk menjaring investasi hulu migas," katanya.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut Bersama Lifebuoy dan MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Di sisi lain, iklim investasi hulu migas kini juga dihadapkan dengan mulai banyaknya perusahaan hulu migas yang mengalihkan investasinya untuk sektor Energi Baru Terbarukan (EBT).

Dia menambahkan, saat ini mulai ditemukan potensi-potensi migas di Indonesia.

Sayangnya, pengembangannya butuh waktu lama sekitar 7 tahun hingga 10 tahun.

"Tentu saja kita perlu rancang aturan yang bisa mengakomodir potensi-potensi sumber daya dalam jangka waktu masa transisi ini semaksimal mungkin," bebernya.

Adapun, dalam asumsi makro sektor ESDM, Komisi VII DPR RI dan Kementerian ESDM menyepakati lifting minyak bumi untuk tahun anggaran 2023 sebesar 660 ribu barel oil per day (bopd).

Target ini jauh lebih rendah ketimbang target tahun ini yang sebesar 705 ribu bopd.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Maman Abdurrahman pun turut memberikam dukungan perihal percepatan revisi UU Migas.

Menurut dia, perlu ada pemahaman bahwa tren produksi migas nasional memang mengalami penurunan. Untuk itu, diperlukan dukungan tambahan.

"Ya gak usah dipersulit. Jadi mau gak mau stimulus-stimulus dan sebagainya, treatment (berupa) insentif-insentif ya harus segera diberikan sebetulnya di sektor migas," pungkasnya.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini