Share

Jeritan Hati Masyarakat: Tarif Ojol Naik tapi Pemasukan Tidak Naik

Ikhsan Permana, MNC Portal · Senin 12 September 2022 15:32 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 12 320 2665800 jeritan-hati-masyarakat-tarif-ojol-naik-tapi-pemasukan-tidak-naik-kwCPhcZ0h6.jpg Tarif Ojek Online (Foto: Okezone)

JAKARTA - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) resmi menaikan tarif ojek online (ojol) pada Minggu (11/9/2022).

Terkait hal tersebut, sejumlah masyarakat menilai bahwa kenaikan tarif tersebut membebani para pengguna ojol. Apalagi kenaikan tarif tidak diiringi dengan kenaikan penghasilan.

"Agak membebankan, di mana pemasukan itu tidak naik tapi ongkos kita jadi naik," ujar Namira kepada MPI saat ditemui di Pasar Rebo, Jakarta Timur, Senin (12/9/2022).

Namun meskipun demikian, ia menganggap bahwa kenaikan tarif ojol masih terbilang wajar di tengah kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM). Ia berharap, pemerintah bisa menurunkan harga BBM agar bisa meringankan beban masyarakat.

"Harapannya, turunin aja BBM-nya kalau gak bisa naikin gaji," tegasnya.

Sementara itu, seorang pegawai swasta bernama Tiara mengaku tidak setuju dengan kenaikan tarif ojol, sebab membebani apalagi sejumlah kebutuhan pokok juga turut naik. Di sisi lain, menurutnya tarif angkutan umum juga ikut terkerek akibat dampak dari kenaikan BBM.

"Harapannya sih diturunin aja BBM-nya, karena dengan naiknya harga BBM, gaji aku tidak naik," pungkasnya.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut Bersama Lifebuoy dan MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Seperti diketahui menyusul kenaikan harga BBM bersubsidi, Kementerian Perhubungan melalui Keputusan Menteri Perhubungan (KP) terbaru memutuskan untuk melakukan penyesuaian alias menaikkan tarif ojol.

Ketentuan tarif ojol terbaru ini dibagi menjadi tiga zona, yakni Zona I mencakup Sumatera Jawa non Jabodetabek, dan Bali; Zona II Jabodetabek; Zona III Nusa Tenggara, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua.

Untuk biaya jasa ojek online terbaru, diputuskan untuk zona I batas bawah naik dari Rp1.850 menjadi Rp2.000, batas atas naik dari Rp2.300 menjadi Rp2.500. Sehingga, terjadi kenaikan 6-10% untuk biaya jasa batas bawah dan batas atas.

Untuk zona II, batas bawah naik dari Rp2.250 menjadi Rp2.550 dan batas atas naik dari Rp2.650 menjadi Rp2.800. Jadi, ada kenaikan untuk batas bawah 13,33% dan batas atas 6%.

Untuk zona III, batas bawah naik dari Rp2.100 naik menjadi Rp2.300 atau naik 9,5%. Untuk batas atas naik dari Rp2.600 menjadi Rp2.750 atau 5,7% kenaikannya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini