Share

Driver Singgung Aplikator Lebih Untung meski Tarif Ojol Naik, Kok Bisa?

Heri Purnomo, iNews · Senin 12 September 2022 14:24 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 12 320 2665730 driver-singgung-aplikator-lebih-untung-meski-tarif-ojol-naik-kok-bisa-vS8KlysoTA.JPG Tarif ojol resmi naik. (Foto: Okezone)

JAKARTA - Tarif ojek online (ojol) sudah mengalami kenaikan pada 11 September 2022 kemarin.

Hal itu menyusul adanya keputusan dari Kementerian Perhubungan yang menaikan tarif ojol akibat dari adanya kenaikan harga bbm bersubsidi.

Menanggapi adanya kenaikan tarif itu, seorang driver ojol bernama Zali (32) menyambut senang adanya kenaikan tersebut.

Dia menyebut meskipun kenaikan tarif yang terjadi saat ini tidak sebanding dengan harga bbm.

"Kami sebagai mitra (driver) sih ya bersyukur ya dengan adanya kenaikan ini, tapi kalo dihitung lagi kenaikan ini juga nggak seberapa sih, ya kalo bisa kenaikanya (tarif) sesuailah dengan kenaikan harga BBM," ujar Zali saat ditemui di Taman Ayodya Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (11/9/2022).

 BACA JUGA:Tarif Ojol Naik Hari Ini, Gojek-Grab di Jakarta Minimal Rp15.000

Zali berharap dengan adanya kenaikan tarif ojol ini tidak membuat sepi orderan yang masuk.

Sebab dirinya merasa khawatir jika adanya kenaikan tarif akan berdampak terhadap beralihnya pengguna ojol ke kendaraan pribadi.

"Saya sih kepengen orderan lancar terus, jangan sampai kita nunggu berjam-jam karena kenaikan tarif ini," katanya.

Sama halnya dengan Zali, driver ojol bernama Agus (29) dan Faisal (26) mengatakan, kenaikan yang terjadi saat ini tidak terlalu berdampak terhadap meningkatnya pendapatannya.

Baca Juga: Hadirkan Acara Meet Eat Inspire, Hypernet Technologies Tawarkan Layanan untuk Produk Server dan Storage

Follow Berita Okezone di Google News

Menurutnya, kenaikan tarif ojol saat ini hanya mengalami kenaikan tidak seberapa jika dibandingkan dengan adanya kenaikan tarif bbm.

"Untuk saat ini sih kurang ya, soalnya kenaikan argo sama kenaikan BBM selisihnya beda jauh. Nggak terlalu berpengaruh lah bang, cuma naik Rp500 perak sama Rp800 perak ya buat apaan. Sedangkan bbm aja naiknya hampir Rp3.000," kata Agus saat ditemui di wilayah Gandaria City.

Adapun untuk saat ini Agus dan Faisal mengatakan bahwa dengan adanya kenaikan ini berdampak terhadap menurunnya orderan.

"Untuk saat ini orderan berkurang. Dikarekan customer pada beralih ke angkutan umum," bebernya.

Adapun para driver tersebut menginginkan adanya penghapusan biaya tambahan yang dibebankan kepada customer, sebab hal tersebut membebani para customer.

"Kalau untuk aplikator mah lebih baik biaya pesanan, biaaya asuransi dihilangkan karena itu nggak berguna dan itu malah membebani customer. Dan itu kan masuknya ke operator sedangkan buat kita nggak ada," jelasnya.

Sedangkan Faisal menginginkan adanya kenaikan tarif yang sesuai dengan kenaikan bbm saat ini.

"Untuk tarif ojol ini juga ada baiknya disesuaikan dengan kenaikan tarif bbm," ungkapnya.

Sebagai informasi, ketentuan tarif ojol terbaru ini dibagi menjadi tiga zona, yakni Zona I Sumatera, Jawa non Jabodetabek, dan Bali. Zona II Jabodetabek. Zona III Nusa Tenggara, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua.

Untuk biaya jasa ojek online tahun 2022 diputuskan, untuk Zona I batas bawah naik dari Rp1.850 menjadi Rp2.000, batas atas naik dari Rp2.300 - Rp2.500. Sehingga terjadi kenaikan 6-10 persen untuk biaya jasa batas bawah dan batas atas.

Untuk zona II, dari KP 548 batas bawah naik dari Rp2.250 menjadi Rp2.550. Untuk batas atas naik dari Rp2.650 menjadi Rp2.800. Jadi ada kenaikan untuk batas bawah 13,33 persen, batas atas 6 persen dari KP 558 Tahun 2020.

Untuk zona III, dari Rp2.100 naik menjadi Rp2.300, atau naik 9,5 persen. Untuk batas atas naik dari Rp2.600 menjadi Rp2.750 atau 5,7 persen kenaikannya.

Sementara untuk biaya jasa minimal disesuaikan berdasarkan jarak 4 km pertama. Jadi untuk zona I 4 km pertama Rp8.000 - Rp10.000, zona II Rp10.200 - Rp11.200, untuk zona III Rp9.200 - Rp11.000.

Sedangkan untuk besaran tidak langsung berupa biaya sewa aplikasi ditetapkan paling tinggi 15%, turun dari sebelumnya 20%.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini