Share

Bye Ojol, Tarif Naik Pelanggan Kabur ke Transportasi Lain

Heri Purnomo, iNews · Senin 12 September 2022 16:56 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 12 320 2665912 bye-ojol-tarif-naik-pelanggan-kabur-ke-transportasi-lain-JuucfE9DjY.jpg Dampak Kenaikan Tarif Ojek Online. (foto: Okezone.com/MPI)

JAKARTA - Tarif ojek online (ojol) resmi naik mulai Minggu 11 September 2022. Kenaikan tarif pun dikeluhkan para pengguna transportasi online tersebut.

Seorang pengguna ojol Fauzi mengaku keberatan dengan kenaikan tarif ojol. Sebab kenaikan itu menambah biaya yang seharus dikeluarkan untuk keperluan lainnya.

"Dengan adanya kenaikan tarif ojol ini sih saya ngeluh ya. Biasa sebelum adanya kenaikan tarif ini bisa buat ngopi dan rokok lah, jadi dengan adanya kenaikan ini kita terbebani," katanya saat ditemui di kawasan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Senin (12/9/2022).

Baca Juga: Driver Singgung Aplikator Lebih Untung meski Tarif Ojol Naik, Kok Bisa?

Fauzi mengaku biasanya hanya mengeluarkan biaya sebesar Rp14.000 untuk sampai tempat kerjanya. Setelah adanya kenaikan biaya tersebut jadi bertambah, meskipun kenaikan tidak terlalu banyak.

"Biasanya saya naik ojek dari rumah ke lokasi parkir mobil, nah biasanya saya mengeluarkan uang sebesar Rp14.000an sebelum adanya kenaikan, nah kalo sekarang Rp14.000an lebih, ya meskipun kenaikan tarif ini tidak terlalu banyak, tetapi saja terbebani karena kita kan masyarakat kecil," katanya.

Hal yang sama juga dikeluhlan oleh Meti (28) seorang pekerja kantoran yang sehari-hari menggunakan layanan ojekk online untuk ke tempat kerjanya.

Baca Juga: 4 Fakta Tarif Ojol Resmi Naik, Siapkan Uang Segini untuk Wara-wiri di Jabodetabek

"Sangat terbebani ya dengan adanya kenaikan ini, apalagikan saya setiap hari menggunakan ojol untuk (pulang oergi ke kantor). Biasanya sih saya dari rumah ke kantor sebelum adanya kenaikan tarif ini hanya mengeluarkan uang sebesar Rp19.000, dan untuk saat ini berkisar Rp25.000," kata Meti saat ditemui di kawasan Cipete.

Disisi lain, Meti mengatakan keniakan tarif tersebut memang sudah seharunya naik. Hal itu dikarenakan adanya kenaikan tarif bbm.

"Kenaikan ini sih memang seharusnya naiknya, mungkin kenaikan ini kan juga dikarenakan adanya kenaikan BBM, mangkanya mungkin mereka pada naik semua," katanya.

Meti mengaku dengan adanya kenaikan tarif ini dirinya akan beralih menggunakan transportasi umum. Sebab menurutnya jika menggunakan layanan ojek online akan menguras pendapatannya.

"Paling alternatif dari adanya kenaikan ini ya menggunakan busway (untuk pulang-pergi kantor)," katanya.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut Bersama Lifebuoy dan MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Sebelumnya, Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengatakan bahwasanya tarif ojol (ojek online) akan mulai resmi naik Minggu, 11 September 2022 pukul 00.00 waktu setempat.

Jadwal itu mengalami keterlambatan satu hari dari jadwal yang ditetapkan sebelumnya, yakni per 10 September 2022 pukul 00.00 waktu setempat.

"Iya, (tarif ojol naik) per tanggal 11 September (2022) jam 00.00, seluruh aplikator," kata Menhub di Kawasan Kota Tua, Sabtu (10/9/2022).

Adapun Ketentuan tarif ojol terbaru ini dibagi menjadi tiga zona, yakni Zona I Sumatera, Jawa non Jabodetabek, dan Bali. Zona II Jabodetabek. Zona III Nusa Tenggara, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua.

Untuk biaya jasa ojek online tahun 2022 diputuskan, untuk Zona I batas bawah naik dari Rp1.850 menjadi Rp2.000, batas atas naik dari Rp2.300 - Rp2.500. Sehingga terjadi kenaikan 6-10 persen untuk biaya jasa batas bawah dan batas atas.

Untuk zona II, dari KP 548 batas bawah naik dari Rp2.250 menjadi Rp2.550. Untuk batas atas naik dari Rp2.650 menjadi Rp2.800. Jadi ada kenaikan untuk batas bawah 13,33 persen, batas atas 6 persen dari KP 558 Tahun 2020.

Untuk zona III, dari Rp2.100 naik menjadi Rp2.300, atau naik 9,5 persen. Untuk batas atas naik dari Rp2.600 menjadi Rp2.750 atau 5,7 persen kenaikannya.

Sementara untuk biaya jasa minimal disesuaikan berdasarkan jarak 4 km pertama. Jadi untuk zona I 4 km pertama Rp8.000 - Rp10.000, zona II Rp10.200 - Rp11.200, untuk zona III Rp9.200 - Rp11.000.

Sedangkan untuk besaran tidak langsung berupa biaya sewa aplikasi ditetapkan paling tinggi 15 persen, turun dari sebelumnya 20 persen.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini