Share

Alokasi Subsidi Jangan Membuat Anggaran Bengkak, Ekonom Sindir Orang Kaya

Shelma Rachmahyanti, MNC Media · Kamis 15 September 2022 18:16 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 15 320 2668421 alokasi-subsidi-jangan-membuat-anggaran-bengkak-ekonom-sindir-orang-kaya-JjKFkeqWMQ.jpeg Alokasi subsidi jangan sampai buat APBN membengkak (Foto: Shutterstock)

JAKARTA – Alokasi subsidi jangan sampai membuat anggaran bengkak. Peneliti Center of Food, Energi, and Sustainable Development Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Dhenny Yuartha Junifta menyarankan agar kebijakan fiskal dijalankan dengan lebih disiplin oleh pemerintah.

“Alokasikan subsidi untuk subsidi, jangan kemudian subsidi dijadikan untuk kompensasi. Karena itu yang kemudian membuat anggaran negara bengkak karena tidak transparan dan tidak tepat sasaran,” katanya dilansir dari Antara, Kamis (15/9/2022).

Dengan mengalokasikan subsidi untuk kompensasi bagi penyaluran Bahan Bakar Minyak (BBM) yang dilakukan PT Pertamina, ia menganggap alokasi anggaran berpotensi menjadi lebih tidak transparan dan tidak tepat sasaran.

“Karena dengan mudah masyarakat kelas atas bisa menikmati kompensasi itu. Karena di tengah goncangan, masyarakat kelas atas juga secara rasional akan memilih BBM lebih murah karena punya kebutuhan lain,” ucapnya.

Dia menilai menaikkan harga BBM menjadi salah satu cara untuk menerapkan kebijakan fiskal yang lebih disiplin, tetapi di sisi lain, pemerintah juga bisa menunda pembangunan proyek-proyek yang besar.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut Bersama Lifebuoy dan MNC Peduli Tengah Berlangsung!

“Karena sekarang ada gejolak, jadi mungkin pembangunan proyek-proyek yang besar bisa ditunda,” katanya.

Dia memperkirakan setiap kenaikan harga BBM senilai 1%, Indeks Harga Konsumen (IHK) akan turut naik 0,12%. Sementara itu, setiap 1% inflasi, daya beli masyarakat akan menurun sebesar 0,08%.

“Alokasi subsidi BBM yang tadinya diperkirakan bisa tembus Rp500 triliun, itu bisa digeser untuk menambah BLT (Bantuan Langsung Tunai) dan menambah cakupannya sehingga masyarakat menerima setidaknya Rp1 juta per bulan,” katanya.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini