Share

Tingkatkan Profit, Begini Strategi Telkom (TLKM)

Cahya Puteri Abdi Rabbi, Jurnalis · Jum'at 16 September 2022 12:38 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 16 278 2668814 tingkatkan-profit-begini-strategi-telkom-tlkm-66sAfsoBdd.JPG Ilustrasi saham. (Foto: Freepik)

JAKARTA - Emiten teknologi plat merah, PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) berupaya untuk meningkatkan kinerja hingga akhir tahun 2022.

Untuk mencapai target tersebut, perseroan menyiapkan lima strategi utama dalam rangka meningkatkan kinerja dan profitabilitas.

Per Juni 2022, TLKM membukukan pendapatan konsolidasi sebesar Rp72 triliun atau tumbuh 3,6% dibanding periode yang sama tahun lalu sebesar Rp69,48 triliun.

Sementara itu, laba bersih sebesar tercatat sebesar Rp13,31 triliun dari sebelumnya Rp12,45 triliun.

 BACA JUGA:TLKM Beri Pinjaman Anak Usaha Rp410,68 Miliar, Buat Apa?

“Capaian ini tak terlepas dari adaptasi digitalisaasi yang sudah menyentuh hampir seluruh wilayah Indonesia. Utamanya karena pandemi Covid–19 yang turut mendorong percepatan adaptasi,” kata Direktur Strategic Portfolio TLKM Budi Setyawan Wijaya dalam Public Expose Live 2022, Jumat (16/9/2022).

Budi menjelaskan, perseroan akan berfokus pada tiga pilar bisnis utama yakni, memperkuat konektivitas digital yang selama ini sudah menajdi tulang punggung bisnis perseroan.

Kemudian, berinvestasi pada platform digital dan kapabilitas bisnis. Serta, selektif dalam investasi di layanan digital untuk menangkap peluang bisnis dan value creation.

“Untuk lebih memfokuskan upaya kami dalam menjalankan pilar bisnis tersebut, maka kami menjalankan strategi yang kami sebut five bold moves,” tambahnya.

Baca Juga: 50 Tahun Berkarya, Indomie Konsisten Hidupkan Inspirasi Indomie untuk Negeri

Follow Berita Okezone di Google News

Adapun, lima strategi tersebut antara lain, strategi Fixed and Mobile Convergence (FMC), di mana perseroan terus memperkuat penetrasi pasar, efisiensi biaya dan keunggulan operasi, seiring dengan upaya dalam meningkatkan pengalaman terbaik bagi pelanggan.

Selanjutnya, strategi Infra Co yang merupakan inisiatif perseroan untuk membuka potensi konsolidasi aset infrastruktur yang dimiliki, mencakup infrastruktur jaringan akses optik dan tower.

Kemudian, strategi Data Center Co, di mana Telkom melakukan proses konsolidasi aset dan peningkatan kapasitas bisnis data center. Adapun, untuk mempercepat pertumbuhan bisnis data center, perseroan bekerja sama dengan hyperscaler dan juga berkolaborasi dengan Singtel untuk memperluas pasar regional.

Strategi selanjutnya yakni, inisiatif B2B IT service yang diawali langkah transformasi baik secara internal maupun eksternal, melalui kemitraan dan kolaborasi dengan perusahaan teknologi seperti Microsoft dan AWS.

Terakhir, strategi utama yang akan direalisasikan yakni, mengembangkan perusahaan digital atau DigiCo yang fokus pada segmen bisnis B2B dan B2C.

“Strategi ini yang akan terus konsisten kami eksekusi,” pungkasnya.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini