Share

Menteri ESDM Buka Suara soal BBM Ramah Lingkungan

Risky Fauzan, iNews · Jum'at 16 September 2022 15:06 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 16 320 2668956 menteri-esdm-buka-suara-soal-bbm-ramah-lingkungan-iIWtzdffYv.jpg Menteri ESDM Arifin Tasrif (Foto: Dok Kementerian ESDM)

JAKARTA - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif menyebut bahwa mengenai penghapusan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang tak ramah lingkungan ini mengacu pada BBM kadar oktan rendah yakni BBM jenis premium (research octane number/RON 88).

Arifin menuturkan, saat ini pabrikan otomotif sudah mempersyaratkan penggunaan BBM yang ramah lingkungan.

"Karena memang gini ya yang namanya otomotif manufacturer sudah mempersyaratkan untuk kendaraan-kendaraannya itu harus menggunakan BBM yang ramah lingkungan," kata Arifin di Kementerian ESDM, Jumat (16/9/2022).

Menteri ESDM menambahkan, jika tidak menggunakan BBM yang ramah lingkungan maka tidak mendapat jaminan dari pabrikan.

"Persyaratannya adalah kalau tidak menggunakan sesuai dengan spek jaminan dari pabrikannya nggak ada. Ini juga harus dipahami," tambahnya.

Sebelumnya, Kementerian ESDM menyatakan akan melarang penjualan BBM oktan rendah mulai 31 Desember 2022.

Direktur Pembinaan Usaha Hilir Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM Soerjaningsih membenarkan kabar tersebut. Namun belum jelas secara detil terkait rencana kebijakan tersebut.

"Betul," kata Soerjaningsih.

Baca Juga: 50 Tahun Berkarya, Indomie Konsisten Hidupkan Inspirasi Indomie untuk Negeri

Follow Berita Okezone di Google News

Sebagaimana diketahui, pemerintah mewacanakan penghapusan BBM jenis premium (research octane number/RON 88) pada 2022. Rencana penghapusan premium itu sejalan dengan ketentuan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) pada 2017 untuk mengurangi emisi karbon.

Maka, direkomendasikan agar BBM yang dijual ialah minimal RON 91. BBM dengan RON 91 ke atas dinilai lebih ramah lingkungan. Hal itu sekaligus menunjukkan tekad kuat dan keseriusan pemerintah Indonesia menyelamatkan lingkungan. Saat ini sudah memasuki masa transisi.

BBM jenis premium digantikan dengan BBM RON 90 atau pertalite yang dianggap lebih ramah lingkungan. Data Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral menunjukkan bahwa perubahan dari premium ke pertalite mampu menurunkan kadar emisi CO2 sebesar 14%.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini