Share

RI Masih Impor Bahan Baku Tempe-Tahu, Mentan Minta Maaf

Avirista Midaada, Okezone · Jum'at 16 September 2022 18:36 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 16 320 2669162 ri-masih-impor-bahan-baku-tempe-tahu-mentan-minta-maaf-Teia7J8ozP.jpg Mentan Syahrul Yasin Limpo (Foto: MPI)

BATU - Sejumlah komoditas pangan diakui Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo masih tergantung kepada negara lain. Alhasil ia pun menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat Indonesia karena memang permintaan pasar Indonesia tak mencukupi dari jumlah produksi yang dihasilkan.

"Maafkan saya tempe, tahu, kecap itu masih impor, karena lebih murah, kualitasnya lebih banyak daripada bahan bakunya disini. Kedelai 98 persen kita masih impor, maafkan saya," ucap Syahrul Yasin Limpo saat membuka Rembug Utama Kelompok KTNA Nasional di Kota Batu, Jumat (16/9/2022).

Selain kedelai, beberapa komoditas pangan seperti susu dan daging belum bisa dipenuhi oleh produksi dalam negeri sendiri. Tetapi untuk komoditas pangan yang bisa disubstitusi untuk tidak impor, tentu hal itu akan dilakukan Kementerian Pertanian (Kementan).

"Substitusi impor sepanjang bisa dibuat di dalam negeri, kita siap buat. Kalau lagi bagus-bagusnya panen, jangan kau impor yang lebih murah itu kata Pak Presiden. Saya yakin Pak Presiden konsisten," tutur menteri 67 tahun ini.

Maka ia pun meminta para petani dan nelayan yang tergabung dalam Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) untuk sama-sama bersinergi mengupayakan kedaulatan pangan nasional. Caranya dengan berjuang mengembangkan kebutuhan - kebutuhan pangan yang selama ini masih mengandalkan impor dari negara lain.

"Jajaran KTNA menjadi pejuang untuk membela bangsa dan negara. Kalau terbiasa dengan tantangan. Kita jaga ketahanan pangan agar rakyat tetap tenang saat menghadapi situasi darurat," pungkasnya.

Baca Juga: Hadirkan Acara Meet Eat Inspire, Hypernet Technologies Tawarkan Layanan untuk Produk Server dan Storage

Follow Berita Okezone di Google News

Sebagai informasi, Rembug Utama Kelompok KTNA Nasional berlangsung di Graha Pancasila Balai Kota Among Tani Kota Batu, pada Jumat (16/9/2022). Mentan Syahrul dan jajaran Kementan menghadiri yang diikuti 2.000 petani dan nelayan dari seluruh Indonesia.

Rembug Utama tersebut diharapkan bisa menghasilkan rumusan rekomendasi yang bisa dipergunakan pemerintah untuk membangun langkah penguatan produksi pangan di dalam negeri.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini