Share

Punya 80% Bahan Baku Nikel, Industri Baterai Kendaraan Listrik RI Bakal Jadi Market Leader Asean

Suparjo Ramalan, iNews · Senin 19 September 2022 14:05 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 19 320 2670468 punya-80-bahan-baku-nikel-industri-baterai-kendaraan-listrik-ri-bakal-jadi-market-leader-asean-3BuNAZy8nB.png Industri Baterai Kendaraan Listrik. (Foto: Okezone.com/Freepik)

JAKARTA - PT Industri Baterai Indonesia atau Indonesia Battery Corporation (IBC) ditargetkan menjadi market leader di Asia Tenggara (Asean). Target tersebut realistis karena bahan baku baterai untuk kendaraan listrik atau electrical vehicle (EV) 80% berasal dari nikel yang ada di Indonesia.

Direktur Hubungan Kelembagaan Holding BUMN Pertambangan atau MIND ID, Dany Amrul Ichdan mencatat, sumber nikel akan disediakan oleh PT Antam Tbk. Emiten pun dipastikan memiliki sumber nikel yang masih cukup tinggi.

Baca Juga: RI Punya Cadangan Nikel Terbesar di Dunia

"80% bahan baku dari produksi baterai ini di support oleh nikel. dan nikel ini dimiliki oleh PT Antam dan resources-nya juga cukup banyak. Dan IBC ini ditargetkan menjadi market leader di Asia Tenggara," ungkap Dany dalam rapat dengar pendapat (RDP) bersama Komisi VII DPR RI, Senin (19/9/2022).

IBC merupakan konsorsium yang terdiri dari empat BUMN yaitu MIND ID, PT Pertamina (Persero), PT PLN (Persero), dan PT Aneka Tambang (Antam). Holding pertambangan tersebut memiliki mandat khusus untuk mengelola ekosistem industri baterai kendaraan listrik yang terintegrasi dari hulu hingga hilir.

Baca Juga: Elon Musk Rugi jika Batal Investasi Baterai Kendaraan Listrik di Indonesia

Dany memastikan keberadaan IBC akan mampu mengintegrasikan EV baterai sebagai salah satu pilar penting perwujudan masa depan energi terbarukan di dalam negeri.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut Bersama Lifebuoy dan MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Keberadaan IBC pun digadang-gadang memperkuat ekosistem, pertahanan, kemandirian EV baterai di Indonesia

"Dan juga mengurangi ketergantungan terhadap impor, juga ini kedepannya mengurangi emisi karbon dan juga mengurangi subsidi dari bahan bakar 29,4 juta ton, Insya Allah bisa dikurangi dengan penguatan sistem integrasi baterai," kata dia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini