Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

20% Bahan Baku Baterai Impor, RI Akan Akuisisi Perusahaan Lithium Asing?

Suparjo Ramalan , Jurnalis-Senin, 19 September 2022 |14:46 WIB
20% Bahan Baku Baterai Impor, RI Akan Akuisisi Perusahaan Lithium Asing?
Ilustrasi baterai. (Foto: Okezone)
A
A
A

Selain nikel, bahan baku yang digunakan untuk produksi baterai adalah lithium hydroxide.

Kebutuhan bahan baku ini mencapai 70.000 ton per tahun. Hanya saja, lithium hydroxide masih di impor dari China, Chile, dan Australia

Selain itu, ada grafit dengan kebutuhan mencapai 44.000 ton per tahun.

Hanya saja masih diimpor dari dari China, Brazil, dan Mozambik.

"Ketiga ada mangan, sulfat, dan cobalt, itu besarnya masing-masing 12.000 ton per tahun kebutuhan kita, dan ini semua masih impor. Jadi 20% selain nikel itu kita semua masih impor," jelasnya.

Sementara 80% bahan baku berupa nikel disediakan oleh PT Antam Tbk, Dany memastikan Antam mampu menyediakan nikel dalam jumlah yang besar untuk produksi baterai.

(Zuhirna Wulan Dilla)

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement