Menurut Arifin, semestinya proses pengiriman batu bara ke Polandia mendapatkan penjagaan di awal, sehingga dapat meminimalisir adanya kejadian tersebut. Apalagi ini merupakan pengiriman batu bara pertama ke Polandia.
"Makanya harusnya dijaga, dari awal barang mau dikirim, barangnya kaya apa, harusnya di receiving depan sana juga ada orang atau ada yang ikutin jadi bisa verifikasi nya betul,".
Sebelumnya, kualitas dan spesifikasi batu bara yang dikirim ke Polandia itu tidak sesuai dengan yang disepakati. Di mana, dari informasi tersebut Polandia melakukan impor batu bara ke Indonesia sekitar 70 ribu sampai 100 ribuan ton.
Belum diketahui, jenis atau kalori batu bara yang diminta oleh pihak Polandia dan berapa kalori yang dikirimkan oleh eksportir batu bara dari Indonesia.
(Feby Novalius)