Share

Cilacap Samudera (ASHA) Akuisisi Jembatan Lintas Global Rp28 Miliar

Cahya Puteri Abdi Rabbi, Jurnalis · Kamis 22 September 2022 09:42 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 22 278 2672507 cilacap-samudera-asha-akuisisi-jembatan-lintas-global-rp28-miliar-MVcXfEQUXc.jpg Cilacap Samudera Akuisisi Jembatan Lintas Global. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - PT Cilacap Samudera Fishing Industry Tbk (ASHA) mengakuisisi PT Jembatan Lintas Global (JLG) dengan nilai Rp28 miliar. Perseroan membeli 99,97% saham JLG milik Ervin Sutioso dan Andi Soegiarto.

Akuisisi ini sejalan dengan rencana perseroan untuk mengembangkan daerah penangkapan ikan yang memiliki potensi tinggi.

Selain itu, transaksi juga dilakukan dalam rangka turut serta ASHA guna memajukan perikanan Indonesia, sekaligus menambah portofolio usaha perseroan.

Baca Juga: 20% Bahan Baku Baterai Impor, RI Akan Akuisisi Perusahaan Lithium Asing?

Direktur Utama ASHA William Sutioso mengatakan bahwa, transaksi yang dilakukan akan menghasilkan arus kas yang lebih produktif dari aktivitas investasi perseroan. Di samping itu, juga mendukung perluasan bisnis perseroan sejalan dengan strategi usaha di bidang perikanan.

“Dengan adanya konsolidasi keuangan setelah akuisisi, maka akan meningkatkan kinerja dan pendapatan perseroan,” kata William dalam keterbukaan informasi BEI, Kamis (22/9/2022).

Baca Juga: JPMorgan Akuisisi Fintech Renovite, Mau Bisnis Pinjol?

Dia menjelaskan, JLG yang berlokasi di Surabaya dinilai strategis untuk kelangsungan bisnis perseroan. Hal itu dikarenakan Surabaya merupakan sentra ekspor, juga sentra transit bahan baku dari Indonesia Tengah dan Timur.

Selain itu, upah minimum regional (UMR) di lokasi JLG juga lebih murah, sekitar 50% dibandingkan Jakarta Greater Area, sumber bahan baku atau raw material resources juga lebih dekat dengan Pelabuhan Brondong, Kranji, Rembang dan Juana.

Baca Juga: Presiden Jokowi Sebut Sistem Penyaluran BLT BBM yang Dijalankan Sudah Bagus

Selanjutnya, JLG juga memiliki wilayah operasi yang berbeda dengan perseroan untuk memenuhi kebutuhan pasar lokal di wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur, serta kebutuhan pabrik pengalengan terutama di Asia Tenggara.

Adapun, tujuan lainnya yakni karena JLG juga telah memiliki nomor registrasi China sehingga memudahkan untuk ekspor ke negeri panda tersebut, serta cold storage dan pengolahan ikan dengan akses dan perizinan ekspor yang sudah lengkap.

“Pertimbangan transaksi dengan JLG sesuai dengan kebutuhan perseroan, jika dibandingkan dengan perusahaan lain yang sejenis,” lanjut William. 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini