Share

Cerita Luhut Buka Perdagangan Bursa Saham AS: Biasanya Eksekutif Dunia tapi Mantan Prajurit Diberi Kesempatan

Fayha Afanin Ramadhanti, Okezone · Kamis 22 September 2022 11:36 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 22 320 2672625 cerita-luhut-buka-perdagangan-bursa-saham-as-biasanya-eksekutif-dunia-tapi-mantan-prajurit-diberi-kesempatan-yF1JcQPtva.png Cerita Luhut Buka Perdagangan Bursa Saham AS

JAKARTA - Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menceritakan pengalaman pertamanya membuka perdagangan di bursa saham Amerika Serikat (AS) di New York Stock Exchange (NYSE) atau Wall Street pada Rabu 21 September 2022 waktu setempat.

Menurut Luhut, membuka perdagangan bursa saham AS adalah pengalaman yang tak terlupakan bagi saya di sela-sela kunjungan kerja ke Amerika Serikat selama beberapa hari.

"Untuk pertama kalinya saya berkesempatan menekan bel New York Stock Exchange (NYSE) tepat pada pukul 09.30 waktu New York bersama dengan Duta Besar Indonesia untuk Amerika Serikat dan para delegasi," kata Luhut dalam akun Instagram pribadinya, Jakarta, Kamis (22/9/2022).

 BACA JUGA: Aksi Menko Luhut Buka Perdagangan New York Stock Exchange

Menurut Luhut, biasanya mereka yang berdiri di atas podium penekanan bel ini adalah sosok eksekutif perusahaan atau bahkan selebriti ternama dunia.

"Tapi kali ini kesempatan itu diberikan kepada seorang mantan prajurit lulusan lembah tidar yang mendapatkan kehormatan luar biasa," kata Luhut.

Luhut menjelaskan, penekanan bel ini menandai dimulainya transaksi stock market dunia yang nilainya kira-kira mencapai USD20 miliar dalam setiap hari perdagangannya, penekanan bel ini juga disaksikan setidaknya 170 juta pasang mata di seluruh dunia. Seremonial yang digelar tepat menghadap ke lantai perdagangan utama big board ini rutin diadakan oleh NYSE setidaknya sejak 1995.

Selebrasi ini dilakukan untuk mengajak banyak perusahaan agar berlomba-lomba mencatatkan saham mereka di NYSE, atau sekedar untuk merayakan hari jadi perusahaan dan mempromosikan produk baru mereka.

"Tentunya dengan imbalan bahwa mereka akan diliput langsung oleh berbagai stasiun televisi yang langganan meliput secara langsung The Opening Bell, begitulah mereka menyebutnya di sana. Tak tanggung-tanggung, diperkirakan nilai jual acara ini mencapai USD2,5 juta per tahunnya atau bahkan lebih," ujarnya.

Secara historis, lanjut Luhut momen ini adalah ikon pembukaan dan penutupan perdagangan yang luar biasa sekaligus juga menjadi pengalaman yang amat berkesan bagi dirinya.

Luhut berharap masyarakat Indonesia ikut merasakan kebanggaan karena hari ini dapat melihat bendera merah putih berkibar di sudut-sudut NYSE dan juga halaman depan kantor mereka yang megah ini.

"Semoga momentum ini menjadi tonggak kebangkitan perekonomian bangsa ini, di mana ke depannya akan banyak perusahaan Indonesia semakin diperhitungkan di pasar global," tukasnya.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini