Share

Resign PNS Sebelum 10 tahun? Begini Aturannya

Rina Anggraeni, Okezone · Jum'at 23 September 2022 15:25 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 23 320 2673626 resign-pns-sebelum-10-tahun-begini-aturannya-boy148OgtG.jpg Ilustrasi (Foto: Okezone)

JAKARTA- Resign PNS sebelum 10 tahun menarik diulas. Pasalnya Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) yang sudah lolos beberapa ada mengundurkan diri sebelum 10 tahun.

Resign dari PNS sebenarnya harus ada tata cara dan prosesnya berbeda dari pengajuan resign berbeda dengan pegawai pada umumnya.

Resign dari PNS dibagi menjadi dua jenis. Pertama, resign secara terhormat, dan kedua, resign secara tidak terhormat.

Resign PNS sebelum 10 tahun bisa dilihat dalam Peraturan Pemerintah (PP) No. 17/2020 tentang Perubahan atas PP No. 11/2017 tentang Manajemen PNS.

Baca Juga: Presiden Jokowi Sebut Sistem Penyaluran BLT BBM yang Dijalankan Sudah Bagus

Dalam BAB I pasal 1 ayat 16, pemberhentian ASN dilakukan oleh Pejabat yang Berwenang, pasar tersebut berbunyi:

"Pejabat yang Berwenang yang selanjutnya disingkat PyB adalah pejabat yang mempunyai kewenangan melaksanakan proses pengangkatan, pemindahan, dan pemberhentian Pegawai ASN sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan."

Lebih lanjut, apa yang dimaksud dengan pemberhentian ASN dijelaskan dalam BAB I pasal 1 ayat 21.

Mengajukan pindah setelah kamu dinyatakan lulus juga dianggap mengundurkan diri. Hal ini berkaitan dengan surat pernyataan bersedia mengabdi pada instansi tempat CPNS mendaftar. Setelah dinyatakan lulus tes, mereka mengabdi setidaknya antara 5 - 10 tahun sejak ditetapkan sebagai PNS.

Seperti yang tertuang dalam Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 23 Tahun 2019, jika peserta dinyatakan lulus dan mengajukan pindah, maka yang bersangkutan dianggap telah mengundurkan diri.

Adapun,  PNS diperbolehkan untuk mengundurkan diri. Proses pengunduran diri PNS harus melalui prosedur tertentu. Diantaranya adalah mengajukan surat pengunduran diri Surat pengunduran diri ini dibahas dalam Pasal 6 huruf a berbunyi, "Permohonan berhenti sebagai PNS/calon PNS diajukan secara tertulis kepada presiden melalui PPK (Pejabat Pembina Kepegawaian) atau PPK melalui PyB (Pejabat yang Berwenang) secara hierarki".

Pengunduran ini harus sesuai dengan alasan yang logis.

(RIN)

 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini