Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Biaya Hidup Makin Tinggi, Jutaan Pekerja Inggris Terpaksa Lakukan Ini

Agregasi BBC Indonesia , Jurnalis-Jum'at, 30 September 2022 |07:49 WIB
Biaya Hidup Makin Tinggi, Jutaan Pekerja Inggris Terpaksa Lakukan Ini
Ilustrasi uang. (Foto: Freepik)
A
A
A

Jam kerjanya juga lebih fleksibel, yang berarti dia bisa menjemput anak-anaknya, yang berusia 10 dan 14 tahun, sepulang sekolah. Namun, dia masih berharap dia tidak harus melakukannya.

"Saya merasa tidak punya pilihan," katanya.

"Kalau saja saya tidak stres karena harus melakukan pekerjaan sampingan, saya bisa lebih dekat dengan anak-anak. Itu hal yang sangat penting untuk dilakukan ketika mereka masih muda," jelasnya,

Dia pun bbukanlah satu-satunya orang yang harus mengalami hal itu.

Menurut perusahaan asuransi Royal London, penelitian itu menemukan 16% pekerja yang mereka survei telah mengambil pekerjaan sampingan untuk membantu menutupi kenaikan biaya hidup.

Jika benar hal itu terjadi di seluruh Inggris, jumlahnya bisa mencapai 5,2 juta orang.

Bahkan, 30% orang yang ditanya mengatakan mereka perlu mengambil pekerjaan tambahan, jika harga-harga terus naik.

Angka yang disajikan Royal London lebih tinggi dari data resmi Kantor Statistik Nasional (ONS), yang menunjukkan sekitar 1,2 juta pekerja Inggris memiliki pekerjaan kedua. Namun, angka dari ONS itu juga menunjukkan bahwa jumlah tersebut mengalami peningkatan selama dua tahun terakhir.

Laju kenaikan biaya hidup kali ini adalah yang tercepat dalam hampir 40 tahun terakhir. Sebagian besar disebabkan oleh kenaikan harga makanan dan energi.

Apalagi kenaikan harga-harga menggerus anggaran rumah tangga, dengan tingkat kenaikan harga melebihi upah.

Survei Royal London menunjukkan bahwa satu pekerjaan tidak cukup, bagi jutaan pekerja, karena harga-harga terus melonjak.

Tapi durasi kerja yang lebih lama bukanlah pilihan yang realistis bagi banyak karyawan di Inggris. Lebih dari seperempat (28%) karyawan penuh waktu sudah bekerja lebih dari 48 jam seminggu.

Ada juga seperlima responden mengatakan mereka bekerja lebih dari 56 jam setiap minggu.

Hal itu karena meskipun bekerja berjam-jam atau banyak pekerjaan, banyak orang masih merasa sulit untuk menghasilkan jumlah uang yang cukup untuk menutupi tagihan.

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement