Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

7 Fakta Penyebab Krisis Inggris dari Sektor Pangan hingga Bantuan Masyarakat

Noviana Zahra Firdausi , Jurnalis-Sabtu, 01 Oktober 2022 |05:25 WIB
7 Fakta Penyebab Krisis Inggris dari Sektor Pangan hingga Bantuan Masyarakat
Krisis Inggris (Foto: Okezone)
A
A
A

Sebuah survei yang akan diterbitkan bulan depan oleh Chefs in Schools, sebuah badan amal untuk mendorong makanan sehat yang melatih para koki untuk dapur sekolah, mengungkapkan bahwa banyak sekolah di Inggris sudah melihat peningkatan "memilukan" pada anak -anak yang lapar. Bahkan, sebelum musim dingin dan tagihan energi besar memaksa lebih banyak keluarga untuk memilih antara menyalakan pemanas dan membeli makanan.

3. Penerima Fasilitas Pemerintah Inggris

Di Inggris, semua anak sekolah bayi berhak atas makanan sekolah gratis sejak penerimaan hingga tahun kedua. Tetapi di luar itu, hanya anak -anak yang orang tuanya berpenghasilan kurang dari £ 7.400 (sekira Rp120juta) per tahun yang memenuhi syarat, dan 800.000 anak yang hidup dalam kemiskinan tidak mendapatkan fasilitas itu, menurut Child Poverty Action Group.

4. Tindakan Kelompok Bantuan Pangan Masyarakat

Pekan ini kelompok bantuan pangan masyarakat juga mengatakan kepada The Observer bahwa mereka berjuang untuk mengatasi permintaan baru dari keluarga yang tidak dapat memberi makan anak -anak mereka.

5. Peran BoE 

Untuk meredakan kondisi tersebut, Bank sentral Inggris, Bank of England (BoE) mengumumkan pembelian sementara obligasi pemerintah Inggris jangka panjang.

Pembelian obligasi pemerintah Inggris dilakukan BoE dalam skala apa pun yang diperlukan sebagai langkah darurat untuk memulihkan kondisi pasar yang teratur. Lelang dimulai pada Rabu (28/9/2022) dan akan berlangsung pada setiap hari kerja hingga 14 Oktober, demikian dilansir dari Antara, Kamis (29/9/2022).

6. Tindakan Darurat

Tindakan darurat Rabu (28/9/2022) terjadi setelah BoE mengatakan pada Senin (26/9/2022) bahwa pihaknya akan membuat penilaian penuh atas dampak pada permintaan dan inflasi dari pengumuman pemerintah, meredam prospek kenaikan suku bunga darurat untuk menopang pound.

Keputusan untuk intervensi di pasar obligasi mengungkapkan bahwa BoE tidak berniat untuk menaikkan suku bunga sampai ke tingkat 6,0% yang saat ini ditentukan oleh pasar, kata Samuel Tombs, kepala ekonom Inggris di konsultan Pantheon Macroeconomics.

7. Pasar Obligasi

Menyusul pengumuman BoE pada Rabu (28/9/2022), pasar obligasi pemerintah Inggris pulih tetapi pound jatuh, meskipun kemudian rebound menjadi sekitar 1,09 dolar AS.

(Taufik Fajar)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement