Bahlil menjelaskan setidaknya pabrik tersebut bakal berdiri dan mulai beroperasi pada akhir tahun 2024 mendatang.
Adapun nilai investasi, dalam laporkan Kemeterian Investasi/BKPM pada November 2020 yang lalu mencapai USD125 juta atau setara Rp1,9 triliun (kurs saat ini). Diproyeksikan, pabrik tersebut akan langsung menyerap tenaga kerja sekitar 400-500 orang.
(Feby Novalius)