Share

Gelar Karpet Merah, Investasi Rp1 Triliun Bisa Buka Lapangan Kerja untuk 1.000 Orang

Arif Budianto, Koran Sindo · Rabu 05 Oktober 2022 19:02 WIB
https: img.okezone.com content 2022 10 05 320 2681375 gelar-karpet-merah-investasi-rp1-triliun-bisa-buka-lapangan-kerja-untuk-1-000-orang-IfbwBtV6sy.jpg Ridwan Kamil Minta Daerah Gelar Karpet Merah untuk Investor. (Foto: Okezone.com/Pemprov Jabar)

BANDUNG - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil meminta membuka karpet merah bagi para investor untuk berinvestasi di daerahnya. Masuknya investasi ke Jabar akan mendorong perekonomian.

"Saya minta daerah menggelar karpet merah bagi investor. Karena Rp1 triliun aja investasi masuk, maka akan membuka lapangan kerja hingga 1.000 orang, " kata Emil usai membuka event West Java Investment Summit (WJIS) di Trans Luxury Hotel, Jalan Gatot Subroto, Kota Bandung, Rabu (5/10/2022).

Baca Juga: 3 Strategi Investasi Terbaik saat Resesi

Emil berharap, kepala daerah bisa memahami bahwa investasi adalah salah satu pendorong ekonomi. Apalagi tahun depan Indonesia diprediksi akan menghadapi perlambatan ekonomi yang akan berdampak pada banyak sektor di daerah.

Dia mengapresiasi acara WJIS yang dimaksudkan untuk menawarkan potensi investasi di Jabar. Melalui ajang ini, banyak investor dari berbagai negara diundang hadir secara online atau offline. Diantaranya dari Eropa, China, Taiwan, Italia, Swedia, Singapore, Inggris, dan lainnya.

Baca Juga: Edukasi Strategi Investasi di Pekan Reksa Dana Fun(d) Facts 2022

Tahun ini, WJIS menawarkan potensi investasi hingga Rp59 triliun untuk proyek energi dan ketahanan pangan. Dia berharap target tersebut bisa tercapai dengan helaran dua hari ke depan.

"Sudah lima tahun Jabar rangking satu untuk investasi. Tahun 2021 realisasi investasi mencapai Rp136 triliun dan hingga pertengahan tahun ini sudah mencapai 83 triliun. Ini sudah melebihi target tengah tahun, " imbuh dia.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Barat, Herawanto, menyampaikan bahwa fokus dorongan investasi pada WJIS 2022 yakni food security dan renewable energy. Ini merupakan langkah Jawa Barat dalam menjawab tantangan global yang berdampak pada peningkatan harga pangan dan energi.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut Bersama Lifebuoy dan MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Sebelumnya, telah diselenggarakan Road to WJIS, Bank Indonesia Jawa Barat bersinergi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat telah menggelar West Java Infrastructure Forum (WJIF) yang menjadi langkah Jawa Barat guna memperkuat iklim investasi di Jawa Barat melalui integrasi infrastruktur logistik yang semakin efektif dan efisien guna meningkatkan daya saing.

Lebih dalam mengenai investasi pada food security, merupakan langkah Bank Indonesia Jawa Barat guna semakin memperluas implementasi Ekosistem Ketahanan Pangan

Terintegrasi (Pangsi). Berbagai kelompok masyarakat inklusif yang telah tergabung dalam ekosistem pangsi, akan semakin diperkuat melalui berbagai investasi pada sektor ketahanan pangan, sehingga akan semakin mendorong efektifitas dan efisiensi proses bisnis komoditas pangan dan produk olahan yang berdaya saing.

"Kami berharap, langkah tersebut akan turut menjaga keberlanjutan momentum pertumbuhan ekonomi sekaligus mengantisipasi tekanan inflasi, baik dalam jangka pendek maupun secara struktural, " katanya.

Guna semakin melengkapi peran WJIS dalam mendorong ketahanan pangan melalui sisi demand kepada para petani teh dengan mendorong kembali budaya ngeteh Nusantara, juga diselenggarakan pararel session bertajuk Java Tea Experience (JTE) 2022.

Pulau Jawa yang memiliki peran penting sebagai pulau penghasil teh terbesar di Indonesia dengan pangsa produksi 82,5 persen, di mana Jawa Barat merupakan provinsi produsen terbesar teh dengan pangsa 69,15 persen dari teh nasional. 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini