Share

Mau Dicaplok Anthoni Salim, Saham BUMI Melesat Jelang RUPSLB

Dinar Fitra Maghiszha, Jurnalis · Selasa 11 Oktober 2022 10:21 WIB
https: img.okezone.com content 2022 10 11 278 2684632 mau-dicaplok-anthoni-salim-saham-bumi-melesat-jelang-rupslb-qPfVSgZvsR.png Jelang RUPSLB Bumi Resources. (foto: Okezone.com/Freepik)

JAKARTA - Saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) menguat menjelang Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang digelar pada hari ini.

Adapun agenda RUPSLB terkait persetujuan penerbitan saham baru tanpa memesan efek terlebih dahulu atau private placement. Di mana BUMI akan menerbitkan 200 miliar saham baru di harga Rp120 per saham. Dengan demikian, potensi dana segar yang diraih adalah sebesar Rp24 triliun.

Pantauan data perdagangan hingga pukul 09:35 WIB, BUMI dibuka menguat 0,57% di Rp177, lalu merangsek naik hingga Rp183.

Dalam kurun waktu setengah jam setelah bel pembukaan, sebanyak 1,54 miliar saham BUMI ditransaksikan dengan nilai mencapai Rp278,97 miliar.

Baca Juga: Anthony Salim Siapkan Dana Rp11,7 Triliun demi Kuasai Bumi Resources

Kondisi tersebut membuat BUMI menjadi saham dengan volume dan nilai transaksi terbesar pada awal pembukaan hari ini. Lebih jauh, BUMI juga masuk dalam tiga besar saham yang paling aktif ditransaksikan setelah PT Dharma Samudera Fishing Industries Tbk (DSFI), dan PT Malacca Trust Wuwungan Insurance Tbk (MTWI).

Secara historis, BUMI telah menguat hampir 20% selama sepekan terakhir, dan tercatat sempat menyentuh level tertingginya dalam sepekan di area Rp199. Adapun sebulan terakhir, BUMI juga sempat menemui area tertingginya hingga Rp220.

Sedangkan selama sepanjang tahun atau year to date, saham BUMI telah pergi ke langit alias menguat 168,66% dengan area transaksi di level Rp50 - Rp246.

Baca Juga: Aksi Emiten Pekan Ini, Anthoni Salim Bakal Borong Saham BUMI hingga Rights Issue DNAR

Sepekan terakhir, transaksi BUMI telah mencapai Rp4,0 triliun, yang didominasi oleh investor domestik sebesar 93,58%, sedangkan asing hanya 6,42%, yang terpantau melakukan aksi jual bersih senilai Rp78,90 miliar.

Sementara selama tahun 2022 per hari ini (ytd), pasar telah memperdagangkan BUMI sebanyak Rp63,1 triliun, dengan masih didominasi oleh investor domestik mencapai 87,19%, sedangkan asing sebesar 12,81%. Sepanjang tahun ini, asing juga telah net-sell Rp2,64 triliun (all market).

Sebagai informasi, Anthony Salim pemilik PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) juga merambah bisnis sektor tambang. Orang terkaya di Indonesia nomor tiga ini menyiapkan dana sebesar Rp11,7 triliun.

Follow Berita Okezone di Google News

Melalui Mach Energy Hongkong Limited (MEL) dan Treasure Global Invesment Limited (TGIL), Anthony siap menyerap sebagian dari 24 miliar saham baru seri C yang diterbitkan PT Bumi Resources Tbk (BUMI) dengan harga pelaksanaan Rp120 per lembar.

Mengutip prospektus yang dirilis BUMI, Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD) atau private placement BUMI mengungkapkan, MEL akan menyerap 85% dari total saham baru BUMI, sedangkan TGIL menyerap 15% sisanya.

Dalam prospketus itu tercantum, Salim Grup dengan pengendali terakhir Anthony Salim hanya menguasai 42,5% porsi saham pada Mach Energy Hongkong melalui Mach Energy (Singapore) Pte. Ltd. (MEPL).

Sedangkan 42,5% porsi saham MEL dipegang oleh kelompok usaha Bakrie melalui PT Bakrie Capital Indonesia (BCI) dan sisanya sebesar 15% dipegang oleh Agus Projosasmito melalui Clover Wide Limited. Anthony Salim juga memegang 83,85% porsi saham Treasure Global Invesment Limited.

Adapun 16,15% porsi saham TGIL dikempit Agoes Projosasmito lewat PT Aswana Pinasthika Investasi. Sehingga dalam aksi korporasi BUMI ini, pemegang saham MEL dan TGIL akan melakukan penyetoran modal kepada BUMI.

Dampaknya, kepemiilikan grup Bakrie akan meningkat menjadi 28,3% dari saat ini hanya 7,36%. Nantinya, setelah PMTHMETD, kelompok usaha Bakrie dan kelompok usaha Salim akan bersama-sama mengendalikan perseroan.

Rencananya, dana setoran pemodal kakap itu untuk membayar kewajiban utang PKPU senilai USD1,559 miliar dan sebesar USD24,564 juta untuk tambahan modal kerja

1
2
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis Okezone.com tidak terlibat dalam materi konten ini.

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini