Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

6 Negara yang Diprediksi Lolos dari Bayang-Bayang Resesi 2023, Ada Indonesia?

Tika Vidya Utami , Jurnalis-Rabu, 12 Oktober 2022 |16:33 WIB
6 Negara yang Diprediksi Lolos dari Bayang-Bayang Resesi 2023, Ada Indonesia?
Resesi Ekonomi Dunia (Foto: Okezone)
A
A
A

2. Filipina

Dalam Asian Development Outlook 2022. PDB Filipina diproyeksikan tumbuh sebesar 6%. Pada 2021, ekonomi Filipina mulai tumbuh sebesar 5,6%. Menurut Country Director ADB Filipina Kelly Bird, hampir semua indikator menunjukkan pertumbuhan yang tinggi untuk Filipina pada 2022 dan pada 2023, kecuali dampak faktor eksternal dari ketegangan geopolitik yang menghambat pertumbuhan secara global.

ADB (Bank Pembangunan Asia) memperkirakan inflasi akan meningkat 4,2% pada 2022 karena melonjaknya harga minyak serta komoditas global.

Namun, inflasi diproyeksi melambat menjadi 3,5% pada 2023. Pemulihan yang terjadi di Filipina ini di antaranya mobilitas masyarakat yang pulih hingga kasus Covid-19 yang mengalami penurunan.

3. Malaysia

Menurut Ketua Bursa Malaysia Tan Sri Abdul Wahid Omar, Malaysia diprediksi lolos dari bayang-bayang resesi. Di Malaysia, sektor pertanian serta pertambangan menyumbang 14% dari PDB (Produk Domestik Bruto), sektor jasa menyumbang 57%, sektor manufaktur menyumbang 24,3%. Faktor yang berkontribusi pada ketahanan Malaysia merupakan kekuatan serta stabilitas sistem keuangan. Tan Sri Abdul Wahid Omar mengatakan, bank Malaysia dikapitalisasi, dikelola dengan baik, diatur, serta diawasi oleh Bank Negara Malaysia.

Sistem keuangan Malaysia dilengkapi dengan pasar modal utang serta ekuitas yang baik. Per Juni 2022, pasar modal utang menyumbang RM1,8 triliun, pasar modal ekuitas menyumbang RM1,7 triliun. Malaysia juga rumah bagi pasar modal Islam di dunia dengan RM2,2 triliun, mewakili hampir dua pertiga dari total pasar modal.

4. Vietnam

ADB memperkirakan pertumbuhan ekonomi akan tumbuh sebesar 6,7%. Diketahui, perekonomian Vietnam menunjukkan kinerja yang cukup baik di tengah ketidakpastian resesi global.

Painchaud dari IMF mengatakan, terlepas dari risiko dan kelanjutan dari resesi 2023, pertumbuhan PDB Vietnam mungkin masih akan menjadi yang tertinggi di antara ekonomi-ekonomi di Asia.

5.Kamboja

Pertumbuhan ekonomi Kamboja pada 2023 diprediksi 6,2%, yang sebelumnya adalah 6,5%. Pertumbuhan ekonomi di Kamboja diprediksi berada di tempat yang cukup tinggi. Beberapa faktor tersebut antara lain manufaktur yang kuat. Mulai dari produksi alas kaki hingga garmen.

6. Swiss

Swiss diprediksi lolos dari bayang-bayang resesi meskipun adanya ancaman dari tekanan pasokan energi. Kepala Ekonom Swiss Eric Scheidegger mengatakan, perekonomian Swiss berjalan pada kondisi yang baik meski di tengah ancaman inflasi serta krisi pasokan energi. Scheidegger tidak melihat krisis ekonomi yang serius mengarah ke Swiss. Saat ini indikator menunjukkan perekonomian di Swiss juga berkembang baik pada kuartal kedua usai pecahnya perang Rusia-Ukraina.

Perekonomian Swiss tidak terpengaruh pada harga energi dibandingkan dengan negara Eropa lainnya. Penggunaan gas di Swiss hanya 5% dari total konsumsi energi. Dalam skenario terburuk, Swiss memperkirakan pertumbuhan nol untuk 2023. Inflasi di Swiss sejauh ini masih berada 3,4%, lebih rendah dibanding negara Eropa lainnya.

(Taufik Fajar)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement