Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Harga Kedelai Naik Rp10.000, Perajin Tempe: Parah Naiknya

Advenia Elisabeth , Jurnalis-Jum'at, 14 Oktober 2022 |12:52 WIB
Harga Kedelai Naik Rp10.000, Perajin Tempe: Parah Naiknya
Perajin tempe. (Foto: MPI)
A
A
A

BEKASI - Harga kedelai hingga saat ini belum berangsur turun.

Hal itu terbukti dari ungkapan perajin tempe di Pasar Mangunjaya, Bekasi yang menyebut harga kacang putih itu naik hingga Rp10.000 per kwintal.

"Parah naiknya Rp10.000 per kwintal. Dulu mah kalau naik Rp1.000 atau Rp2.000 ini sampai Rp10.000. Udah semingguan begini," ujar Perajin Tempe yang akrab di sapa Bang Timbul saat ditemui MNC Portal Indonesia, Jumat (14/10/2022).

 BACA JUGA:Harga Kedelai Mahal, Ada Subsidi Rp1.000 hingga Akhir 2022

Meski demikian, dia mengaku tidak mendongkrak harga tempe kepada konsumen.

Walaupun dia sadar keuntungan yang didapat tidak besar seperti saat harga kedelai murah.

"Kalau saya jual harga tempenya tetep sama. ukurannya juga nggak saya kurangin. Kalau pedagang lain pada naikin harga, saya mah biarin. Dari pada hilang langganan. Ya walaupun untungnya dikit banget," ucap Bang Timbul.

"Tapi kalau nanti (harga kedelai) naiknya udah lebih dari Rp 10.000, kemungkinan saya akan naikin (harga tempenya)," sambungnya.

Lebih lanjut Bang Timbul menuturkan, mengingat harga bahan baku yang mahal, dia mensiasatinya dengan mengurangi jumlah produksi.

Hal ini dia lakukan untuk menghindari adanya penimpukan stok tempe apabila dalam satu hari tidak terjual semua.

"Paling saya siasatin biar nggak rugi, bikin tempenya nggak banyak. Di kurangin lah dari jumlah biasanya. Takut nggak habis. Karena kan pembeli juga taunya sekarang tempe mahal. Jadi nggak belanja ke pasar," tukasnya.

(Zuhirna Wulan Dilla)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement