JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat impor Indonesia sepanjang September 2022 mencapai USD19,81 miliar atau turun 10,58% dibandingkan Agustus 2022 atau naik 22,01% dibandingkan September 2021.
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Setianto mengatakan bahwa di 2021 dan 2022, nilai impor September memiliki pola yang sama, yaitu mengalami penurunan secara month-to-month (mtm).
Baca Juga: Pasokan Gas Indonesia Melimpah tapi Masih Impor 76% LPG, Kok Bisa?
"Impor nonmigas September 2022 senilai USD16,38 miliar, turun 11,21% dibandingkan Agustus 2022 atau naik 14,02% dibandingkan September 2021," ujar Setianto dalam rilis resmi BPS di Jakarta, Senin(17/10/2022).
Baca Juga: Tekan Laju Impor Keramik, Kemenperin Bisa Apa?
Impor migas September 2022 senilai USD3,43 miliar, turun 7,44% dibandingkan Agustus 2022 atau naik 84,53% dibandingkan September 2021.
"Impor bahan baku/penolong menyumbang 75,21% dari total impor September 2022," ucap Setianto.
Share impor non-migas terbesar di periode Januari-September 2022 antara lain mesin/peralatan mekanis dan bagiannya sebesar USD23,21 miliar (15,63%) dan mesin/peralatan listrin dan bagiannya sebesar USD20,00 miliar (13,47%).
(Feby Novalius)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.