Share

Ngeri! Prancis Krisis BBM, Pekerja Mogok dan Minta Upah Naik

Rizky Fauzan, MNC Portal · Selasa 18 Oktober 2022 17:01 WIB
https: img.okezone.com content 2022 10 18 320 2689654 ngeri-prancis-krisis-bbm-pekerja-mogok-dan-minta-upah-naik-EOoRDqsj9P.jpg Ngeri! Prancis Krisis BBM (Foto: Reuters)

JAKARTA - Ngerinya keadaan di Prancis. Kini Prancis dilanda krisis BBM. Stok BBM di SPBU habis.

Menurut Menteri Energi Prancis Agnes Pannier-Runacher, hampir sepertiga SPBU di Prancis mengalami kelangkaan BBM.

Hal ini dipicu adanya aksi mogok kerja dan panic buying konsumen hingga menyebabkan langkanya BBM.

Aksi mogok ini membuat lebih dari 60% kapasitas penyulingan di Prancis atau 74.000 barel per hari (bph) menyusut.

Prancis kini terpaksa mengimpor di tengah ketidakpastian global dan mau tak mau harus meningkatkan biaya pembelian BBM.

Dilaporkan 30% lebih SPBU di Prancis kini lumpuh yang menyebabkan pengemudi berebut mengisi tangki bahan bakar di seluruh negeri.

"Waktu untuk negosiasi sudah berakhir," kata Menteri Ekonomi Prancis, Bruno Le Maire kepada penyiar BFMTV, dikutip Selasa (18/10/2022).

BACA JUGA:Pertamina soal Persaingan Bisnis SPBU dan Harga BBM Kian Kompetitif 

Pemogokan tersebut merupakan bagian dari aksi untuk tuntutan upah, pensiun, dan daya beli ketika inflasi melonjak di seluruh Eropa. Untuk itu, pemerintah Prancis berupaya meminta perusahaan raksasa energi Prancis yaitu TotalEnergies untuk menaikkan gaji pekerja.

Mogok kerja yang dilakukan para pekerja telah memasuki minggu kedua sehingga mengganggu pasokan bensin dan menyebabkan krisis bagi ekonomi negara.

Diketahui, depot minyak dan pemogokan kilang di grup Prancis dan grup AS ExxonMobil telah mengurangi produksi bensin Prancis lebih dari 60% dalam beberapa hari terakhir.

Sementara itu, inti dari polemik ini yaitu kekecewaan masyarakat atas biaya hidup yang melonjak akibat inflasi dan krisis lainnya. Pekerja perusahaan minyak berbondong-bondong menuntut untuk menerima pemasukan yang lebih tinggi.

Baca Juga: 50 Tahun Berkarya, Indomie Konsisten Hidupkan Inspirasi Indomie untuk Negeri

Follow Berita Okezone di Google News

Menteri Ekonomi Prancis Bruno Le Maire mengatakan bahwa TotalEnergies memiliki kewajiban untuk memberikan upah karyawan dengan adil dan proporsi yang adil. Apalagi keuntungan yang dihasilkan perusahaan minyak tersebut terbilang besar.

"Jika seseorang mengetahui keuntungan yang mereka hasilkan, perusahaan memiliki kapasitas memiliki kewajiban untuk menaikkan upah, dan Total adalah salah satunya," kata Maire, dikutip dari The Guardian, Selasa (18/10/2022).

Setelah didesak oleh pemerintah, TotalEnergies kemudian mengatakan mereka akan mengusulkan kenaikan 6% gaji untuk tahun depan, yang berada di bawah permintaan CGT untuk 10%.

TotalEnergies juga mengusulkan untuk memberikan ]bonus luar biasa kepada semua pekerjanya di seluruh dunia, setara dengan gaji satu bulan. Tawaran tersebut mengundang seluruh serikat pekerja untuk memulai negosiasi.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini