Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Berkah Beton Sadaya (BEBS) Stock Split Saham

Agregasi Harian Neraca , Jurnalis-Rabu, 19 Oktober 2022 |12:29 WIB
Berkah Beton Sadaya (BEBS) <i>Stock Split</i> Saham
Ilustrasi saham. (Foto: Freepik)
A
A
A

JAKARTA - PT Berkah Beton Sadaya Tbk (BEBS) berencana untuk melaksanakan pemecahan nilai saham atau stock split pada akhir 2022 nanti.

Dikutip Harian Neraca, kemarin perseroan berencana memecah saham dengan rasio 1:5 dari nominal sebelumnya Rp50 menjadi Rp10.

Adapun, jumlah saham sebelum stock split sebanyak 9 miliar menjadi 45 miliar lembar.

 BACA JUGA:Strategi Waskita Beton (WSBP) Usai Restrukturisasi Utang Rp8,9 Triliun

Direktur Utama BEBS, Hasan Muldhani mengatakan perseroan telah mendapatkan persetujuan prinsip atas rencana pemecahan saham berdasarkan surat Bursa Efek Indnesia Nomor No.: S-08443/BEI.PP1/10-2022 perihal tanggapan Surat Rencana Pemecahan Nilai Nominal Saham (Stock Split) PT Berkah Beton Sadaya Tbk (BEBS) tanggal 10 Oktober 2022.

“Rencana stock split ini adalah agar harga saham perseroan di pasar bursa menjadi lebih terjangkau untuk para investor terutama para investor retail, serta untuk meningkatkan likuiditas perdagangan saham perseroan di BEI,” ujarnya dikutip Rabu (19/10/2022).

Di mana BEBS juga mengharapkan akan ada lebih banyak jumlah investor yang tertarik berinvestasi pada saham BEBS.

Untuk stock split BEBS akan dilaksanakan pada 16 Desember 2022 dan yang akan disepakati dalam rapat umum pemegang saham (RUPS).

Pengumuman pelaksanaan RUPS sendiri akan dilaksanakan perseroan pada 24 November 2022.

Paruh pertama 2022, perseroan membukukan laba bersih sebesar Rp82,197 miliar atau naik 104,7% dibanding periode sama tahun 2021 yang tercatat sebesar Rp40,102 miliar.

Hasil itu mendongkrak laba per saham ke level Rp9,13, sedangkan di akhir Juni 2021 berada di level Rp4,46. Sementara penjualan bersih naik 89,56% menjadi Rp345,8 miliar yang ditopang kenaikan penjualan material bangunan sebesar 98,78% menjadi Rp328,06 miliar.

Disusul penjualan readymix tumbuh 2,3% menjadi Rp17,382 miliar. Terdapat tambahan pendapatan dari penjualan beton pracetak senilai Rp358,95 juta, pos ini nihil pada semester I 2021. Walau beban pokok penjualan membengkak 83,3% menjadi Rp231,25 miliar, tapi laba kotor tetap naik 103,57% menjadi Rp114,55 miliar.

Sementara itu, aset perseroan tumbuh 11,67% menjadi Rp813,46 miliar karena adanya penarikan utang bank jangka pendek senilai Rp18,943 miliar. Ditambah utang pajak yang naik 62,8% menjadi Rp57,247 miliar.

Tahun ini, perseroan menargetkan lonjakan pendapatan. Target ini didukung rampungnya akuisisi perusahaan kontraktor yang awal tahun ini.

Perusahaan tersebut diprediksi menyumbang pendapatan divisi kontraktor minimal Rp 1 triliun tahun ini.

Sebelumnya, Hasan pernah mengatakan pada awal Januari 2022, perseroan telah mengakuisisi perusahaan kontraktor yang otomatis material, seperti batu dan pasir serta produk turunan lainnya yakni beton dan precast akan terpakai oleh kontraktor sendiri.

Dengan begitu, pendapatan perseroan pada 2022 diharapkan tumbuh signifikan. 

(Zuhirna Wulan Dilla)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement