Share

AS Keluarkan 15 Juta Barel Cadangan Minyak

Agregasi VOA, Jurnalis · Kamis 20 Oktober 2022 11:07 WIB
https: img.okezone.com content 2022 10 20 320 2690847 as-keluarkan-15-juta-barel-cadangan-minyak-Zt11gYkF2M.JPG Ilustrasi minyak dunia. (Foto: Reuters)

JAKARTA - Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden memerintahkan untuk mengeluarkan 15 juta barel minyak dari cadangan strategis pada Rabu (19/10/2022).

Dikutip dari VOA di Jakarta, Kamis (20/10/2022), di mana hal ini sebagai bagian dari tanggapan terhadap pengurangan produksi yang diumumkan oleh negara-negara anggota OPEC+ baru-baru ini.

Kemudian, Biden diperkirakan juga akan mengeluarkan lebih banyak cadangan minyak pada musim dingin ketika pemerintahannya melakukan semua hal menjelang pemilu paruh waktu November mendatang.

 BACA JUGA:Harga Minyak Dunia Meroket Gegara Amerika Serikat

Di mana pengeluaran cadangan minyak ini akan melengkapi pengeluaran 180 juta barel yang diumumkan Biden bulan Maret lalu, yang seharusnya terjadi dalam waktu enam bulan.

Adapun pengeluaran cadangan minyak ini membuat stok cadangan strategis sampai di tingkat terendah sejak tahun 1984, dalam apa yang disebut pemerintah sebagai jembatan hingga dapat meningkatkan produksi dalam negeri.

Tercatat untuk cadangan strategis AS sekarang ini memiliki sekitar 400 juta barel minyak.

Lalu, Biden juga membuka kemungkinan untuk mengeluarkan tambahan minyak pada musim dingin ini guna menjaga harga agar tetap rendah.

Namun, para pejabat belum merinci berapa banyak cadangan tambahan yang akan dikeluarkan presiden, atau berapa banyak yang mereka inginkan untuk meningkatkan produksi dalam negeri sehingga dapat menambah cadangan strategis itu.

Baca Juga: Hadirkan Acara Meet Eat Inspire, Hypernet Technologies Tawarkan Layanan untuk Produk Server dan Storage

Follow Berita Okezone di Google News

Biden melanjutkan kalau pemerintah Amerika akan mengisi kembali cadangan strategis itu ketika harga minyak berada pada atau lebih rendah dari 67 – 72 dolar per barel, sebuah tawaran yang menurut sebagian pejabat pemerintah akan mendukung produksi dalam negeri dengan menjamin tingkat permintaan pasar.

Di mana ini juga berarti Biden kembali menyampaikan kembali kritik terhadap keuntungan yang diperoleh perusahaan-perusahaan minyak, dengan mengulangi pernyataannya pada musim panas lalu bahwa seharusnya kecaman publik lebih diindahkan perusahaan-perusahaan ini dibanding fokus para pemegang saham untuk memperoleh keuntungan.

Sementara, kebijakan ini menandai kelanjutan perubahan sikap Biden, yang telah berupaya keras mengalihkan penggunaan bahan bakar fosil ke sumber energi terbarukan untuk memenuhi kebutuhan Amerika dan pasokan global sebegai akibat gangguan dari invasi Rusia ke Ukraina, dan pengurangan produksi yang diumumkan OPEC+ pimpinan Arab Saudi.

Di mana ini menyebabkan kehilangan sekitar dua juta barel per hari atau berarti 2% dari pasokan global telah membuat Gedung Putih mengatakan bahwa Arab Saudi jelas memihak Presiden Rusia Vladimir Putih.

Serta menegaskan akan adanya konsekuensi terhadap pemangkasan produksi yang dapat meningkatkan harga energi.

Terakhir, Energy Information Administration (EIA) mengatakan jika mengeluarkan 15 juta barel minyak dari cadangan strategis tidak akan menutupi kekurangan yang ada, bahkan untuk penggunaan minyak selama satu hari di Amerika.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini