Share

Pertama Kali sejak 2008, Imbal Hasil Treasury AS Naik ke Level Tertinggi 4,2%

Shelma Rachmahyanti, MNC Media · Jum'at 21 Oktober 2022 21:05 WIB
https: img.okezone.com content 2022 10 21 278 2691800 pertama-kali-sejak-2008-imbal-hasil-treasury-as-naik-ke-level-tertinggi-4-2-liFPKHTfuT.jpg Imbal Hasil Treasury AS Meningkat. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA Imbal hasil Treasury AS kembali naik. Benchmark imbal hasil Treasury 10-tahun naik 10 basis poin 4,23%, pada satu titik mencapai 4,239% untuk level tertinggi sejak 2008.

Hasil pada Treasury 2-tahun yang sensitif terhadap kebijakan diperdagangkan naik lima basis poin menjadi 4,608%.

Hasil dan harga bergerak dalam arah yang berlawanan dan satu basis poin sama dengan 0,01%.

“Saya pikir 4% masuk akal,” kata Michael Schumacher dari Wells Fargo seperti dilansir CNBC, Jumat (21/10/2022).

Baca Juga: Negara Adidaya, Sri Mulyani: AS Tak Bisa Selesaikan Masalah Sendirian

“4,22% telah menjadi tidak terikat. Kami tidak membutuhkan 10 tahun untuk bertindak seperti stok meme. Itu tidak sehat,” tambahnya.

Banyak investor khawatir tentang kontraksi ekonomi karena Federal Reserve telah menaikkan suku bunga untuk melawan inflasi yang terus-menerus. Kenaikan 75 basis poin lainnya diharapkan dari bank sentral pada pertemuan berikutnya pada 1 dan 2 November.

Pada Kamis waktu setempat, Presiden Fed Philadelphia Patrick Harker mengatakan bahwa Fed akan terus menaikkan suku bunga.

Baca Juga: Ekonomi RI Dipuji Pengamat AS, Luhut: Saya Percaya Kalau Kita Kompak Bisa Teratasi

“Mengingat kurangnya kemajuan kami yang terus terang mengecewakan dalam membatasi inflasi, saya berharap kami akan jauh di atas 4% pada akhir tahun ini,” kata Harker

Hasil 10-tahun pindah ke tertinggi baru setelah pernyataan Harker. Fed fund futures untuk Mei mendatang melewati 5% untuk pertama kalinya pada hari Kamis.

Baca Juga: Hadirkan Acara Meet Eat Inspire, Hypernet Technologies Tawarkan Layanan untuk Produk Server dan Storage

Follow Berita Okezone di Google News

Di sisi ekonomi, klaim pengangguran awal datang di 214.000, di bawah 230.000 yang diharapkan oleh para ekonom menurut Dow Jones.

Namun, indeks manufaktur Philadelphia Fed menunjukkan penurunan yang lebih besar dari perkiraan.

Data pembangunan perumahan dan izin bangunan Amerika Serikat (AS) untuk September datang di bawah ekspektasi pada hari Rabu, yang dipahami secara luas oleh investor sebagai tanda resesi di sektor perumahan.

Di Eropa, Perdana Menteri Inggris mengumumkan pengunduran dirinya. Pound Inggris naik terhadap dolar di tengah berita.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini