Share

7 Fakta Ekonomi Gelap, Sri Mulyani Ungkap 4 Negara Ini Terancam Resesi

Fayha Afanin Ramadhanti, Okezone · Senin 24 Oktober 2022 06:23 WIB
https: img.okezone.com content 2022 10 23 320 2692681 7-fakta-ekonomi-gelap-sri-mulyani-ungkap-4-negara-ini-terancam-resesi-WoOnz3fViq.jpg Menteri Keuangan Sri Mulyani.(Foto: Okezone.com)

JAKARTA – Ancaman resesi ekonomi global 2023 menimbulkan inflasi yang tinggi. Dengan begitu kondisi perekonomian dunia pada tahun depan akan sangat memprihatinkan.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan bahwa resesi telah mengancam negara-negara maju seperti Amerika, Inggris, China dan negara Eropa. Hal ini karena risiko gejolak global yang tidak terelakkan bagi semua negara di dunia.

Dibawah ini merupakan fakta-fakta terkait resesi ekonomi global 2023, yang berhasil dirangkum Okezone, Senin (23/10/2022).

1. Ekonomi global semakin krisis

International Monetary Fund (IMF) sudah memangkas proyeksi ekonomi global menjadi 2,7% untuk tahun depan, dari yang sebelumnya 2,9%. Ekonomi global pun semakin kompleks dengan adanya ancaman resesi, inflasi tinggi, diperparah dengan ketegangan geopolitik akibat perang Rusia-Ukraina yang belum kunjung usai.

Baca Juga: Jurus Menparekraf Hadapi Ancaman Resesi 2023, Perkuat UMKM

2. Negara-negara maju terancam

"Bahkan sekarang kata-kata resesi bukannya tidak mungkin di Amerika Serikat (AS). Eropa pun juga demikian, mereka mengalami inflasi tinggi yang memaksa Bank Sentral menaikkan suku bunganya secara agresif," ujar Sri dalam Seminar Nasional Badan Keahlian Sekretariat Jenderal DPR RI dengan tema "Percepatan Pemulihan Ekonomi dan Penguatan Berkelanjutan di Tengah Tantangan Dinamika Global" di Jakarta, Rabu, 19 Oktober 2022.

resesi

3. Eropa dan China akan mengalami resesi di 2022 dan 2023

Sri mengungkapkan bahwa Eropa akan mengalami resesi di 2022 dan juga di tahun 2023. Kondisi serupa juga tengah dihadapi China.

Baca Juga: BI Ungkap Kondisi Ekonomi Dunia, 28 Negara Minta Bantuan Keuangan ke IMF

"China juga telah mengalami perlambatan yang disebabkan lockdown dan kondisi dunia, serta sektor properti. Bahkan angka PDB China di kuartal III belum keluar, tetapi akan tajam melemah," ujarnya.

4. Pengelolaan APBN Inggris tidak kredibel

Inggris juga dihantam permasalahan ekonomi karena pengelolaan APBN-nya yang tidak kredibel.

Baca Juga: Hadirkan Acara Meet Eat Inspire, Hypernet Technologies Tawarkan Layanan untuk Produk Server dan Storage

Follow Berita Okezone di Google News

5. Peringatan untuk negara-negara emerging

Sri mengingatkan bahwa ini bukan berarti negara-negara emerging sepenuhnya aman dari ancaman resesi.

"Meskipun seperti sekarang ini, emerging countries seperti India, Indonesia, Brazil, dan Meksiko misalnya, relatif dalam situasi cukup baik, bukan berarti tidak terpengaruh oleh kondisi eksternal. Meski ekonomi kita diproyeksikan tumbuh di atas 5% di 2022 dan 2023, bukan berarti kita tidak mewaspadai kondisi eksternal, karena itu mempengaruhi ekonomi kita," pungkas Sri.

6. Indonesia sebagai titik terang

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengungkapkan bahwa Indonesia menjadi titik terang di tengah-tengah kesuraman ekonomi dunia.

"Dan minggu yang lalu, managing directornya IMF mengatakan, bahwa Indonesia adalah titik terang di tengah-tengah kesuraman ekonomi dunia. Ini yang ngomong bukan kita lho ya, Kristalina Managing Directornya IMF," kata Jokowi dalam sambutannya pada pembukaan Trade Expo Indonesia ke 37 Tahun 2022, Tangerang.

7. 16 negara resmi jadi pasien IMF

Jokowi pun meminta semua pihak untuk tetap berhati-hati. Sebab, tiga hari yang lalu dirinya ditelpon oleh Kristalina bahwa sudah 16 negara yang menjadi pasien IMF.

"Ada 16 negara sudah menjadi pasiennya IMF. 28 negara mengantre di depan pintu IMF. Bayangkan. Sekali lagi, kita wajib bersyukur karena pertumbuhan ekonomi kita masih di angka 5,44%. dan saya masih meyakini di kuartal ketiga ini kita juga masih tumbuh di atas 5, atau di atas 5,4," ungkap Jokowi.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini