Share

Waspada! Mafia Tanah Serobot Lahan Fasilitas Pendidikan hingga Tempat Ibadah

Iqbal Dwi Purnama, Okezone · Senin 24 Oktober 2022 10:39 WIB
https: img.okezone.com content 2022 10 24 470 2693173 waspada-mafia-tanah-serobot-lahan-fasilitas-pendidikan-hingga-tempat-ibadah-Q93LXoqWoF.jpg Sertifikat tanah. (Foto: Okezone)

JAKARTA - Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Raja Juli Antoni mengatakan mafia tanah bisa saja menyerobot lahan yang digunakan sebagai fasilitas pendidikan, hingga tempat beribadah.

Oleh karenanya tanah yang statusnya wakaf juga penting untuk buatkan sertifikat, hal tersebut untuk mencegah adanya penyerobotan lahan.

Dia menyebut mafia tanah ini mempunyai jaringan di BPN sehingga dengan mudah mengeluarkan sertifikat baru.

"Di NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia) ini kami memiliki kewajiban untuk mendaftarkan seluruh bidang tanah termasuk warisan para kiai ini. Jadi demi menjaganya kami berikan sertifikat," katanya pada pernyataan tertulisnya, Senin (24/10/2022).

Dia mengatakan, meskipun di atas tanah-tanah tersebut dimanfaatkan untuk kebaikan seperti tempat beribadah dan pendidikan, tetap saja bisa menjadi incaran mafia tanah.

"Insya Allah semua tanah pesantren, tanah wakaf, tanah pendidikan anak yatim itu dapat terjaga dari mafia tanah," sambungnya.

Dihubungi terpisah, Kepala Kantor Pertanahan (Kantah) Kota Semarang Sigit Rachmawan Adhi mengatakan sebetulnya ada tiga penyebab yang memungkinkan sertifikat tanah itu kembali terbit, atau ganda.

Baca Juga: Hadirkan Acara Meet Eat Inspire, Hypernet Technologies Tawarkan Layanan untuk Produk Server dan Storage

Follow Berita Okezone di Google News

"Hal itu dapat diselesaikan lewat mediasi atau jalur pengadilan," ujar Sigit saat dihubungi MNC Portal (18/10/2022)

Sehingga masyarakat yang memiliki sertifikat tanah namun dikeluarkan pada tahun lama, diminta segera lapor ke kantor BPN di daerahnya.

"Tidak (pengajuan ulang) hanya divalidasi saja ke BPN," kata Sigit.

Selain itu kemungkinan sertifikat dari kantor BPN bisa keluar dikarenakan pemegang Hak atas nama tanah tersebut tidak memenuhi kewajibannya.

Penyebab selanjutnya, dengan sengaja haknya dibuat ganda.

Ketiga, kemungkinan kantor BPN bisa mengeluarkan sertifikat baru, walaupun atas pengajuan orang baru.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini