Share

Harga Gas Bumi di Eropa Turun, Apa Dampaknya ke Indonesia?

Rizky Fauzan, MNC Portal · Rabu 26 Oktober 2022 15:16 WIB
https: img.okezone.com content 2022 10 26 320 2694953 harga-gas-bumi-di-eropa-turun-apa-dampaknya-ke-indonesia-rsUO3zgAr5.jpg Ilustrasi Migas. (Foto: Reuters)

JAKARTA - Harga gas di Eropa turun di bawah USD100 per megawatt jam (Mwh) untuk pertama kalinya sejak Rusia menginvasi Ukraina seiring melonjaknya pasokan gas alam cair (LNG) dari Amerika Serikat (AS).

Harga gas di Benua Biru sempat mencapai rekor tertingginya di atas USD332,6 per Mwh pada akhir Agustus atau lebih dari 10 kali lipat harga terendah pra-invasi Rusia ke Ukraina yang hanya sekitar 30 poundsterling atau USD29 per Mwh.

Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) berharap evaluasi harga gas bumi tertentu (HGBT) untuk pasokan industri sebesar USD6 per juta British thermal unit (mmbtu) dapat segera rampung.

 BACA JUGA:Subholding Gas Pertamina Salurkan Gas Bumi ke Blok Rokan

Hal tersebut menyusul adanya usulan tambahan industri penerima harga gas murah tersebut.

Direktur Pembinaan Program Migas Kementerian ESDM Mustafid Gunawan mengatakan bahwa untuk menyetujui tambahan industri penerima harga gas USD 6 per mmbtu, pihaknya paling tidak harus melakukan evaluasi terhadap industri penerima HGBT sebelumnya.

"Kemarin kami undang, kami minta dan kebetulan sudah sampaikan laporan sekitar 50% yang menerima HGBT, kami beri waktu 2 minggu untuk semuanya bisa menyampaikan, Kalau itu cepat, evaluasi cepat, dan kelanjutan untuk kebijakan ini bisa diambil," kata Mustafid dalam forum diskusi kebijakan implementasi harga gas bumi tertentu (HGBT) di Jakarta, Rabu (26/10/2022).

Mustafid menuturkan bahwa pemerintah telah menerbitkan Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 134.K/MG.01/MEM.M/2022 tentang Pedoman Penetapan serta Evaluasi Pengguna dan Harga Gas Bumi Tertentu di Bidang Industri dan di Bidang Penyediaan Tenaga Listrik Bagi Kepentingan Umum.

Baca Juga: Hadirkan Acara Meet Eat Inspire, Hypernet Technologies Tawarkan Layanan untuk Produk Server dan Storage

Follow Berita Okezone di Google News

Adapun Kepmen tersebut menjadi acuan bagi pemerintah untuk melakukan evaluasi setiap tahunnya terhadap penerima HGBT.

Evaluasi tersebut untuk melihat sejauh mana multiplier effect yang diberikan terhadap perekonomian dalam negeri.

"Evaluasi ini jadi penting tentunya pemberian HGBT kepada industri bisa memberikan dampak yang kita harapkan bersama industri tumbuh multiplier effect laporan dari industri acuan dari kelanjutan dari kebijakan HGBT ini," tuturnya.

Mustafid memastikan Kementerian ESDM mendukung penuh pemanfaatan gas bumi untuk kebutuhan dalam negeri. Hal itu dapat tercermin dari alokasi gas domestik yang mencapai 64,32%.

"Lebih besar dari yang diekspor ini gambaran saja persentase pemanfaatan gas dari industri," ujarnya.

Sebagaimana diketahui, pemerintah dirasa perlu meninjau ulang kebijakan penetapan harga gas 'murah' atau harga gas bumi tertentu (HGBT) untuk pasokan industri sebesar USD6 per juta British thermal unit (mmbtu).

Alasannya, setiap proyek lapangan gas memiliki nilai keekonomian yang berbeda-beda.

Sementara itu, Sekretaris SKK Migas Taslim Z. Yunus menilai pengembangan setiap lapangan gas mempunyai nilai keekonomian yang berbeda-beda. Hal tersebut tergantung dengan adanya tambahan fasilitas teknologi dalam pengembangan proyek gas di sektor hulu.

"Tergantung dari proyek karena infrastruktur fasilitas yang dibangun kan beda-beda di setiap lapangan jadi dilihatnya satu per lapangan. Tidak bisa digeneralisasi," pungkasnya.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini