Share

Swasembada Gula Ditargetkan 2027, Petani Tebu Bilang Begini

Heri Purnomo, MNC Portal · Jum'at 11 November 2022 13:49 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 11 320 2705485 swasembada-gula-ditargetkan-2027-petani-tebu-bilang-begini-lfZ0qz6c3N.png RI Kejar Swasembada Gula. (Foto: Okezone.com/Freepik)

JAKARTA - Pemerintah menyiapkan 700 ribu hektar lahan untuk mengejar target swasembada gula. Swasembada gula secara nasional ditargetkan tercapai dalam 5 tahun kdepan.

Namun, Ketua Umum Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) Soemitro Samadikoen mengaku pesimis terhadap target pemerintah dalam mewujudkan swasembada gula di 2027.

Baca Juga: Kejar Swasembada Gula, Jokowi Minta Erick Thohir Gandeng Brazil

Pasalnya selama ini antara petani, pabrik dan pemerintah masih terdapat jarak yang jauh. Selain itu, kebutuhan dari petani untuk, mulai dari bibit dan pupuk untuk menghasilkan tebu dengan kualitas baik masih susah didapatkan.

"Kalau kebutuhan-kebutahan kami didengarkan atau di manage dengan baik oleh pemerintah, pabrik gula terkait bibit yang akan ditanam dan sebagainya, maka saya yakin swasembada pangan akan terwujud," katanya dalam Market Review IDX Channel, Jumat (11/11/2022).

"Yang menjadi pertanyaan itu, 700 ribu lahan yang akan disediakan itu, dimana? Apakah mudah lahan dengan 700 ribu hektare berdekatan dengan pabrik? Tebu kan harus digiling di pabrik. Dan itu belum tentu," tambahnya.

Baca Juga: 5 Fakta Presiden Jokowi Swasembada Gula hingga Kemandirian Energi

Jika kondisi tersebut terjadi, menurut Soemitro swasembada gula akan mengalami kegagalan seperti yang sudah-sudah dilakukan pemerintah terdahulu.

Hal tiu dikarenakan tidak adanya kolaborasi antara para petani dengan pabriknya.

"Kita pengalaman di Kalimantan pada zamannya orde baru, yang begitu terhadap pertanian, toh itu gagal juga kan. Karena tidak ada disingkronkan antara petani dengan pabriknya," katanya.

Baca Juga: Hindari Masalah Kesehatan yang Mungkin Timbul Setelah Penerbangan Jarak Jauh

Baca Juga: BuddyKu Fest: Challenges in Journalist and Work Life Balance Workshop

Follow Berita Okezone di Google News

Lebih lanjut, ia juga mencontohkan rencana lain yang gagal di Sulawesi Selatan. Kegagalan tersebut juga disebabkan karena jarak pabrik dan lahannya itu berjauhan.

"Pabrik gula di Sulawesi Selatan, dulu pertama kali berdiri itu menghasilkan 75 ribu ton gula. Sekarang tinggal separuhnya saja. Hal itu karena pabrik dan tanamnya tidak bersinergi," katanya.

Soemitro menyatakan bahwa jika target tersebut gagal maka petani yang akan sengsara.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini